{"id":74721,"date":"2018-03-25T14:36:06","date_gmt":"2018-03-25T07:36:06","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=74721"},"modified":"2018-03-25T14:36:06","modified_gmt":"2018-03-25T07:36:06","slug":"gara-gara-bubarkan-pengajian-kapolres-resmi-dicopot","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/03\/25\/gara-gara-bubarkan-pengajian-kapolres-resmi-dicopot\/","title":{"rendered":"Gara-gara Bubarkan Pengajian, Kapolres Resmi Dicopot"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\"><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-nasional\/\">BERITA NASIONAL<\/a>.\u00a0<\/strong>Polri mengambil langkah tegas terkait kasus pembubaran paksa pengajian ibu-ibu di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Terhitung mulai hari ini, Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno dicopot dari jabatannya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">&#8220;Hari ini saya mendapatkan informasi dari Asisten SDM, kapolresnya dicopot untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh paminal propram,&#8221; ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat ditemui di Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Sabtu (24\/3\/2018).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">Setyo menuturkan, pencopotan itu dilakukan setelah penyidik Paminal Propam Polri menemukan adanya indikasi pelanggaran dalam pembubaran massa saat mengawal eksekusi lahan di Luwuk, Banggai beberapa waktu lalu.<\/span><\/p>\n<div id=\"NEWS-INTERVALAD\" class=\"INTERVALAD\">\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">Hanya saja, Setyo enggan membeberkan apa yang dilanggar polisi saat itu. &#8220;Sudah ada indikasi (pelanggaran). Tidak sesuai prosedur yang dilakukan. Ada beberapa hal,&#8221; ucap dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">Jenderal bintang dua itu menjelaskan, Polri memiliki prosedur tetap dalam rangka membubarkan massa. Pembubaran massa terlebih dulu harus dilakukan secara persuasif dengan mengedepankan dialog.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">&#8220;Kita punya SOP ketika membubarkan, pertama ada negosiasi dulu. Kemudian setelah negosiasi kita melakukan pendekatan-pendekatan secara humanis,&#8221; kata Setyo.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">Bukan itu saja, Polri juga tidak boleh menggunakan gas air mata secara sembarangan untuk membubarkan massa. Alat tersebut hanya bisa dilakukan pada kondisi tertentu.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">&#8220;Ketika itu tidak dilakukan kita tidak boleh langsung melakukan penembakan gas air mata. Itu ada prosedurnya,&#8221; tegas dia.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">Penjelasan Polda<\/span><\/p>\n<div class=\"article-raw-content\">\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">Polda Sulawesi Tengah menampik jajarannya telah melakukan\u00a0pembubaran paksa terhadap ibu-ibu pengajian\u00a0di Luwuk, Kabupaten Banggai. Polda Sulteng mengklaim, pembubaran itu telah sesuai prosedur.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">&#8220;Semuanya kan ada prosesnya. Menurut saya, pengamanan dan pengawalan eksekusi tersebut bukan pembubaran paksa, melainkan langkah yang sudah sesuai dengan prosedur,&#8221; ujar Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Hery Murwono melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (24\/3\/2018).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">Hery menuturkan, kabar\u00a0pembubaran pengajian\u00a0yang viral di media sosial tersebut berkaitan dengan eksekusi lahan di Tanjung Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulteng beberapa hari lalu. Polri, lanjut dia, telah melakukan mediasi terkait eksekusi lahan tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">&#8220;Ini diawali dengan persiapan, imbauan, arahan, nasihat, dan mediasi serta sikap perilaku tutur bahasa yang sopan santun, namun tidak dihiraukan dan tersulut pihak yang dapat berpotensi munculnya gangguan,&#8221; kata Hery.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-family: georgia, palatino, serif;font-size: 12pt\">Sumber:\u00a0<a href=\"http:\/\/m.liputan6.com\/news\/read\/3402311\/polri-copot-kapolres-banggai-gara-gara-bubarkan-pengajian?utm_source=Mobile&amp;utm_medium=whatsapp&amp;utm_campaign=Share_Top\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Liputan6.com<\/strong><\/a><\/span><\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA NASIONAL.\u00a0Polri mengambil langkah tegas terkait kasus pembubaran paksa pengajian ibu-ibu di Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Terhitung mulai hari ini, Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno dicopot dari jabatannya. &#8220;Hari ini saya mendapatkan informasi dari Asisten SDM, kapolresnya dicopot untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh paminal propram,&#8221; ujar Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto saat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":74722,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[36],"class_list":["post-74721","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","tag-berita-nasional"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74721","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=74721"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/74721\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/74722"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=74721"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=74721"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=74721"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}