{"id":77710,"date":"2018-05-01T09:47:09","date_gmt":"2018-05-01T02:47:09","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=77710"},"modified":"2018-05-01T09:47:53","modified_gmt":"2018-05-01T02:47:53","slug":"seniman-asal-garut-berhasil-pecahkan-rekor-muri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/05\/01\/seniman-asal-garut-berhasil-pecahkan-rekor-muri\/","title":{"rendered":"Seniman Asal Garut Berhasil Pecahkan Rekor Muri"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-garut\/\">BERITA GARUT<\/a>.<\/strong> Pelukis asal Garut kembali memecahkan rekor Muri lewat lukisan mini berukuran 0.99 mm. Iwan Muri berhasil merampungkan karyanya hanya dalam waktu 2.167 menit. Padahal Presiden Original Rekor Indonesia, Agung Elvianto bersama tim penilai lainnya sudah memberikan waktu selama 10 menit.<\/p>\n<p>Rekor tersebut dipecahkan dalam event Festival Budaya Garut Art Attack 2018 di Situ Bagendit, Minggu (29\/04\/2018). Sebelumnya Iwan pun sempat memecahkan rekor yang sama.<\/p>\n<p>Senin (30\/04\/2018), Iwan menuturkan, dirinya amat bersyukur berhasil menyelesaikan lukisan dalam waktu yang singkat. \u201cItu merupakan satu anugerah dari Yang Maha Kuasa.\u201d<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-77713 aligncenter\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/seniman-asal-garut-1-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"463\" height=\"347\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/seniman-asal-garut-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/seniman-asal-garut-1-86x64.jpg 86w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/05\/seniman-asal-garut-1.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 463px) 100vw, 463px\" \/><\/p>\n<p>Presiden Original Rekor Indonesia, Agung Alvianto memberi apresiasi terhadap Iwan Muri dan seluruh Pelukis Garut yang telah mengantarkan Iwan kembali mencatat rekor Muri dengan karya lukisan terkecilnya. Agung sangat bangga sebab rekor baru ORI kembali tercipta.<\/p>\n<p>\u201cSaya tidak menduga Iwan dapat menyelesaikan lukisan mininya dalam waktu yang sangat singkat. Itu di luar dugaan saya,\u201d tutur Agung.<\/p>\n<p>Presiden ORI berjanji, pihaknya akan bekoordinasi dengan museum rekor dunia yang berpusat di Amerika.\u00a0 Diharapkan Agung, maha karya sang maestro asal Garut bisa diakui dan masuk di rekor dunia.<\/p>\n<p>Kegembiraanpun terucap dari Ketua Penyelenggara, Dado Bima. Dia merasa bangga bisa mengantarkan salah seorang Maestro Garut kembali memecahkan rekor Muri.<\/p>\n<p><strong>(Yayat Ruhiyat\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA GARUT. Pelukis asal Garut kembali memecahkan rekor Muri lewat lukisan mini berukuran 0.99 mm. Iwan Muri berhasil merampungkan karyanya hanya dalam waktu 2.167 menit. Padahal Presiden Original Rekor Indonesia, Agung Elvianto bersama tim penilai lainnya sudah memberikan waktu selama 10 menit. Rekor tersebut dipecahkan dalam event Festival Budaya Garut Art Attack 2018 di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":77711,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[3,4],"class_list":["post-77710","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-garut","tag-berita-garut","tag-garut"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77710","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=77710"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/77710\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/77711"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=77710"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=77710"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=77710"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}