{"id":78407,"date":"2018-06-01T11:31:05","date_gmt":"2018-06-01T04:31:05","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=78407"},"modified":"2018-06-01T11:59:56","modified_gmt":"2018-06-01T04:59:56","slug":"mayat-tanpa-identitas-ditemukan-terkubur-di-pantai-pamugaran-pangandaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/06\/01\/mayat-tanpa-identitas-ditemukan-terkubur-di-pantai-pamugaran-pangandaran\/","title":{"rendered":"Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Terkubur di Pantai Pamugaran Pangandaran"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN.<\/strong> Sesosok mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga di Pantai Pamugaran, Dusun Padasuka Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran, sekitar pukul 09.00 WIB Jumat (1\/6\/2018).<\/p>\n<p>Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Ade Wartas (51) warga Desa Cikembulan saat berolahraga lari di Pantai Pamugaran.<\/p>\n<p>&#8220;Saya melihat ada anjing menggali pasir dan sekitar lokasi tercium bau tidak sedap. Saya berinisiatif menggali asal-asalan menggunakan bambu yang ada dilokasi,&#8221;ujar Ade, kepada wartapriangan.com dilokasi.<\/p>\n<p>Tak lama berselang, lanjututnya, dirinya melihat seperti rambut manusia. Maka kemudian bersama warga lainnya menghubungi pihak kepolisian dan melaporkan penemuan tersebut.<\/p>\n<p>Tak lama berselang datang pihak kepolisian dan dibantu beberapa warga melakukan penggalian pasir untuk mengeluarkan mayat yang terkubur.<\/p>\n<p>Butuh waktu satu jam, sampai mayat akhirnya dapat dikeluarkan dari dalam pasir, karena mayat terkubur cukup dalam.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-78408\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/IMG_01062018_112018.jpg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/IMG_01062018_112018.jpg 1024w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/IMG_01062018_112018-300x176.jpg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/IMG_01062018_112018-768x450.jpg 768w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/06\/IMG_01062018_112018-357x210.jpg 357w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/p>\n<p>Dilokasi, Kapolsek Pangandaran Kompol Suyadhi mengatakan diduga mayat tersebut korban pembunuhan.<\/p>\n<p>&#8220;Tidak ditemukan identitas korban. Adapun ciri-ciri korban berjenis kelamin laki-laki, usia sekitar 30 sampai 35 tahun, tinggi badan sekitar 165 hingga 170 cm, berkulit putih, menggunakan celana pendek dan berambut gondrong,&#8221;ungkapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Selanjutnya mayat tersebut dievakuasi ke kamar mayat Puskesmas Pangandaran untuk keperluan identifikasi lebih lanjut,&#8221;pungkasnya. (Iwan Mulyadi\/WP)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Sesosok mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga di Pantai Pamugaran, Dusun Padasuka Desa Wonoharjo Kecamatan Pangandaran, sekitar pukul 09.00 WIB Jumat (1\/6\/2018). Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Ade Wartas (51) warga Desa Cikembulan saat berolahraga lari di Pantai Pamugaran. &#8220;Saya melihat ada anjing menggali pasir dan sekitar lokasi tercium [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":78409,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6,8682,7557],"class_list":["post-78407","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran","tag-korban-pembunuhan","tag-penemuan-mayat"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78407","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=78407"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/78407\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/78409"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=78407"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=78407"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=78407"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}