{"id":80187,"date":"2018-07-26T08:25:57","date_gmt":"2018-07-26T01:25:57","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=80187"},"modified":"2018-07-26T08:39:28","modified_gmt":"2018-07-26T01:39:28","slug":"kisah-relawan-bencana-ciamis-bertaruh-nyawa-di-tengah-keterbatasan-sarana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/07\/26\/kisah-relawan-bencana-ciamis-bertaruh-nyawa-di-tengah-keterbatasan-sarana\/","title":{"rendered":"Kisah Relawan Bencana Ciamis, Bertaruh Nyawa Di Tengah Keterbatasan Sarana"},"content":{"rendered":"<p><strong>Tungku Pabrik di CIamis Meledak, 8 Korban Terbakar<\/strong><\/p>\n<p>Untuk ketiga kalinya, tungku api di PT KBN meledak dan memicu kobaran api yang besar. Pabrik kayu yang berlokasi di Desa Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis itu lagi-lagi dilalap si jago merah pada Sabtu malam (21\/7\/2018). Dan kali ini, kebakaran di KBN bukan saja menimbulkan kerugian materil, saat berita ini ditulis, sedikitnya ada 8 orang yang teridentifikasi jadi korban.<\/p>\n<p>\u201cYa, ada delapan orang. Tungku meledak dan kobaran api menyambar mereka,\u201d terang Erwin Indra Nugraha, salah seorang anggota Pusdalops BPBD Kabupaten CIamis.<\/p>\n<p>Selain dari satuan Pemadam Kebakaran, setiap ada bencana kebakaran, Erwin dan kawan-kawan pun selalu hadir. Mereka adalah para anggota Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) di bawah kendali Badan Penanggulanan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis. Mereka senantiasa hadir saat bencana datang, termasuk malam itu, ketika PT. KBN lagi-lagi dilalap api.<\/p>\n<p>\u201cDari delapan orang itu, dua di antaranya adalah teman kami sesama anggota Pusdalops, Kang Erik dan Kang Dian. Mereka sempat terpental oleh ledakan sebelum kemudian api menggulung tubuhnya,\u201d tambah Erwin.<\/p>\n<p>Malam itu juga, Erik dan Dian dilarikan ke RSUD Ciamis. Kondisi Erik terbilang parah, sehingga harus dirujuk ke RSHS Bandung.<\/p>\n<p>\u201cPenanganan bencana kali ini benar-benar meninggalkan luka bagi kami sesama \u00a0anggota Pusdalops. Sudah ratusan kali kami bersama-sama terjun ke lokasi bencana. Meski tanpa alat pelindung diri yang memadai, baru kali ini kami mengalami seperti ini,\u201d papar Erwin.<\/p>\n<p><strong>Erik dan Dian, Dua Relawan Bencana yang Kerap Bertaruh Nyawa (Halaman Selanjutnya&#8230;)<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Erik dan Dian, Dua Relawan Bencana yang Kerap Bertaruh Nyawa<\/strong><\/p>\n<p>Sudah ratusan kali dua orang anggota Pusdalops ini terjun ke lokasi bencana. Tak hanya kebakaran, tapi juga banjir, longsor, puting beliung, dan bencana lainnya. Semua relawan bencana di Ciamis mengenal sosok ini. Mereka bukan relawan yang hanya bermodal nekat. Beragam pelatihan dan pengetahuan tentang kebencanaan sudah ditempuh. Mereka terbilang senior. Meski malam itu, akhirnya mereka harus terkapar disambar api yang berkobar.<\/p>\n<p>\u201cMereka senior, bahkan mentor bagi sebagian besar aktifis kebencanaan di Ciamis,\u201d terang Reza, salah seorang anggota Pusdalops.<\/p>\n<p>Sebelum bergabung di Pusdalops BPBD Ciamis, Erik Risnandar adalah aktifis kebencanaan dari organsiasi SAR Jeram Seribu. Sementara Dian Rahayu lahir dari Rahim SOG Rescue Indonesia. Sejak Tsunami yang terjadi di Pangandaran tahun 2006, kedua aktifis kebencanaan ini sudah dikenal. Dan pada 2017, mereka resmi bergabung dengan Pusdalops.<\/p>\n<p>Namun tentunya, terjun ke lokasi bencana tak cukup berbekal pemahaman dan pengalaman saja. Lokasi bencana ibarat lokasi bertaruh nyawa. Mereka harus juga dibekali sarana prasarana yang memadai.<\/p>\n<p>Pantas jika kemudian Pendiri sekaligus Pembina SOG Rescue, Denny M. Biskat, turut angkat bicara. Ia menyayangkan minimnya penerapan standar operasi penanganan kebencanaan.<\/p>\n<p>\u201cBagaimana melindungi masyarakat, perlindungan terhadap relawan yang membantu korban juga tidak ada,\u201d tegasnya, sebagaimana dilansir pojoksatu.id.<\/p>\n<p><strong>Pusdalops, Besar Nyali Minim Pelindung Diri (Halaman Selanjutnya&#8230;)<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Pusdalops, Besar Nyali Minim Pelindung Diri<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p>Orang selalu lari berhamburan ketika ada bencana. Mereka menghindar demi menyelamatkan diri. Ini biasa dan sangat manusiawi. Tapi berbeda dengan para anggota Pusdalops. Saat mendengar kabar terjadi bencana, justru sebaliknya, mereka bergegas menuju lokasi kejadian. Di benak mereka, hanya terpikir bagaimana cara menyelamatkan nyawa orang lain. Meski terkadang, nyawa sendiri dipertaruhkan. Dan ini artinya, urusan nyali relawan bencana, tak perlu rasanya dipertanyakan lagi.<\/p>\n<p>\u201cYa, kami berbagi shift. Harus selalu ada yang siaga di antara kami. Dan ketika ada kabar bencana, semua berangkat. Kami dilatih untuk siaga 24\/7,\u201d terang Iwan, salah seorang anggota Pusdalops lainnya.<\/p>\n<p>Saat berita ini diturunkan, Pusdalops tercatat memiliki 30 orang anggota. Umumnya mereka berasal dari organisasi-organisasi lingkungan hidup yang sudah banyak makan asam garam di dunia kebencanaan. Sebut saja misalnya SAR Jeram Seribu atau SOG Rescue Indonesia. Ada juga relawan medis dari PMI.<\/p>\n<p>Ke-30 orang anggota Pusdalops sudah membiasakan diri siaga setiap saat. Honor yang hanya beberapa ratus ribu per bulan bukan menjadi hambatan bagi mereka untuk beraksi demi kemanusiaan. Bahkan, itu mereka lakukan meski minim dukungan sarana dan prasarana.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah, kami mendapat honor bulanan sebesar Rp. 700 ribu. Itu baru berjalan tahun ini. Sebelumnya di bawah itu, dan dulu tidak dibayarkan bulanan, tapi dirapel di akhir tahun. Besaran honor sama sekali bukan masalah bagi kami,\u201d terang Iwan.<\/p>\n<p>Mereka begitu tulus, urusan besaran honor bukan prioritas. Namun demikian, bukan berarti mereka juga tak memiliki harapan. Seperti relawan dan aktifis kebencaan lainnya di Ciamis, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai adalah hal yang selalu mereka impikan.<\/p>\n<p>\u201cCiamis tidak punya Alat Pelindung Diri (APD) untuk bencana kebakaran. Atau misalnya kalau ada banjir besar, saya tidak bisa bayangkan bagaimana repotnya, karena Ciamis tidak memiliki perahu. Sementara ini kalau perlu perahu itu pakai punya organisasi kami. Itupun perahu berusia tua, sudah banyak yagng bocor. Dan mustahil membantu korban dengan berenang,\u201d papar Yayang, Ketua SAR Jeram Seribu Kabupaten Ciamis.<\/p>\n<p><strong>Siapa Bertanggungjawab? (Halaman Selanjutnya&#8230;)<br \/>\n<\/strong><\/p>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<p><strong>Siapa Bertanggungjawab?<\/strong><\/p>\n<p>Keterbatasan sarana pelindung diri ini diakui langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Dicky Erwin Juliady. Ia berharap ke depannya BPBD diberi anggaran yang memadai oleh pemerintah daerah.<\/p>\n<p>\u201cYa memang sarana dan prasarana masih terbatas. Kita ambil hikmahnya. Selain APD yang memadai juga perlindungan asuransi. Sudah kami ajukan dari tahun kemarin tapi belum di-acc,\u201d terang Dicky kepada reporter Warta Priangan.<\/p>\n<p>Sementara itu, menurut Ketua Laskar Merah Putih Kabupaten CIamis, Prima Pribadi, pemerintah harus menganggap serius kejadian korban kebakaran KBN.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah harus bersikap serius dan cepat. Ini pelajaran besar. Jangan sampai sudah ada korban baru turun kebijakan. Anggaran BPBD itu kan miliaran per tahun, masa tidak bisa memprioritaskan APD. Atau sesekali para pejabat pemerintah saja yang turun ke lokasi bencana. Biar mereka faham bagaimana apa resikonya,\u201d tegas Prima.<\/p>\n<p>Prima juga mengaku heran, mendengar para anggota Pusdalops belum mendapat dukungan asuransi. Padahal, perusahaan swasta dan perorangan saja sudah diwajibkan ikut BPJS.<\/p>\n<p>\u201cAneh ini. Pusdalops kan di lingkungan pemerintah. Yang swasta dan perorangan saja diwajibkan. Kok pemerintah sendiri belum. Kalau sudah ada korban begini, pemerintah harus bertanggung jawab? Anggota Pusdalops itu hadir sebagai representasi dari pemerintah,\u201d pungkas Prima. <strong>(Pujitio\/WP)<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tungku Pabrik di CIamis Meledak, 8 Korban Terbakar Untuk ketiga kalinya, tungku api di PT KBN meledak dan memicu kobaran api yang besar. Pabrik kayu yang berlokasi di Desa Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis itu lagi-lagi dilalap si jago merah pada Sabtu malam (21\/7\/2018). Dan kali ini, kebakaran di KBN bukan saja menimbulkan kerugian materil, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":80188,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,8924,2693,8925,7192,7362,8535,8990],"class_list":["post-80187","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-bnpb","tag-bpbd-ciamis","tag-bpbd-jabar","tag-bpjs","tag-kebakaran","tag-pemda-ciamis","tag-terbakar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80187","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80187"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80187\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80188"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}