{"id":80331,"date":"2018-07-31T09:06:11","date_gmt":"2018-07-31T02:06:11","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=80331"},"modified":"2018-07-31T09:06:11","modified_gmt":"2018-07-31T02:06:11","slug":"pedagang-bendera-menjamur-di-kota-banjar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/07\/31\/pedagang-bendera-menjamur-di-kota-banjar\/","title":{"rendered":"Pedagang Bendera Menjamur di Kota Banjar"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-banjar\/\">BERITA BANJAR. <\/a><\/strong>Penjual bendera mulai menjamur diwilayah Kota Banjar, Jawa Barat, menjelang datangnya bulan Agustus para penjual bendera merah putih, umbul-umbul dan pernak-pernik agustusan musiman itu, bisa ditemukan di setiap sudut Kota Banjar.<\/p>\n<p>Salah seorang penjual bendera saat ditemui reporter wartapriangan.com Senin (30\/07\/2018), , Ade, mengungkapkan bahwa dirinya sudah menggeluti usaha penjualan bendera sejak Tahun 2011 lalu. Dirinya sengaja datang ke Kota Banjar, dengan membawa barang dagangan berupa bendera merah putih, umbul-umbul dan pernak-pernik agustusan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/07\/31\/pedagang-bendera-menjamur-di-kota-banjar\/berita-bendera-banjar\/\" rel=\"attachment wp-att-80333\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-80333 aligncenter\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/berita-bendera-banjar-300x208.png\" alt=\"\" width=\"453\" height=\"314\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/berita-bendera-banjar-300x208.png 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/07\/berita-bendera-banjar.png 508w\" sizes=\"(max-width: 453px) 100vw, 453px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Panjual yang berasal dari Garut tersebut, mengatakan,&#8221;Barang ini saya bawa dari wilayah Kecamatan Leles, Kabupaten Garut. Sebelum HUT Kemerdekaan RI yang biasa diperingati setiap bulan Agustus setiap Tahunnya, saya sudah mencari tempat untuk menjual bendera merah putih, umbul-umbul dan pernak-pernik agustusan,&#8221; katanya<\/p>\n<p>Masih Ade, setiap menjelang Peringatan Hari Kemerdekaan RI, yang selalu diperingati setiap tanggal 17 Agustus setiap tahunnya, saya bersama beberapa rekan sengaja pergi ke luar kota, untuk menjual bendera merah putih, umbul-umbul dan pernak-pernik agustusan, di pinggiran jalan yang dianggap strategis.<\/p>\n<p>Ade mengungkapkan,&#8221;Untuk menjajakan dagangannyaTempat lokasi untuk berjualan sendiri terkadang berpindah dari satu ketempat yang lain,&#8221; ujar<\/p>\n<p>Untuk harga bendera merah putih yang dipasarkan Ade sendiri dibanderol dengan harga Rp. 20.000 s\/d Rp. 30.000. Sedangkan untuk harga umbul-umbul dibandrol dengan harga Rp. 20.000 s\/d Rp. 25.000. Sedangkan harga bendera begron dengan panjang sekitar 10 meter, dibanderol \u00a0dengan harga Rp. 180.000,- s\/d Rp. 250.000. <strong>(Baehaki\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA BANJAR. Penjual bendera mulai menjamur diwilayah Kota Banjar, Jawa Barat, menjelang datangnya bulan Agustus para penjual bendera merah putih, umbul-umbul dan pernak-pernik agustusan musiman itu, bisa ditemukan di setiap sudut Kota Banjar. Salah seorang penjual bendera saat ditemui reporter wartapriangan.com Senin (30\/07\/2018), , Ade, mengungkapkan bahwa dirinya sudah menggeluti usaha penjualan bendera sejak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":80333,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[12],"tags":[9041,6790,9043,9042],"class_list":["post-80331","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-banjar","tag-17-agustus","tag-banjar","tag-hut-kemerdekaan-ri","tag-penjual-bendera"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80331","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=80331"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/80331\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/80333"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=80331"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=80331"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=80331"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}