{"id":81128,"date":"2018-08-18T21:44:58","date_gmt":"2018-08-18T14:44:58","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=81128"},"modified":"2018-08-18T22:40:17","modified_gmt":"2018-08-18T15:40:17","slug":"cara-unik-meriahkan-hut-ri-warga-tasik-gelar-lomba-masak-nasi-liwet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/08\/18\/cara-unik-meriahkan-hut-ri-warga-tasik-gelar-lomba-masak-nasi-liwet\/","title":{"rendered":"Cara Unik Meriahkan HUT RI, Warga Tasik Gelar Lomba Masak Nasi Liwet"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA.<\/strong> Berbagai kegiatan dilakukan untuk menyambut HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Masyarakat Indonesia menunjukkan kreativitas dan antusiasme.<\/p>\n<p>Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73 kali ini, ratusan warga Kelurahan Parakanyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka sukses menggelar lomba gebyar masak liwet, Kamis (16\/08\/2018) malam.<\/p>\n<p>Nasi liwet sebagai kuliner tradisional ini dijadikan bahan kompetisi agar masyarakat lebih memacu untuk berkreatifitas. Acara yang digelar dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-73 berlangsung meriah. Selain itu, diramaikan atraksi musik dari kelompok remaja daerah sekitar.<\/p>\n<p>Terdapat banyak peserta lomba masak nasi liwet yang digelar di jalan Lewidahu. Karenanya, terlihat berderet hingga sepanjang beberapa meter.<\/p>\n<p>Masakan nasi liwet lengkap dengan berbagai aneka lauk-pauk yang disajikan ratusan kelompok tersebut. Masing-masing dihias dan dipercantik. Kemudian disajikan untuk dinilai para juri.<\/p>\n<p>\u201cLomba liwet ini bukan sekadar masak biasa yang dilakukan ibu-ibu pada umumnya, tetapi dengan cara masak bersama. Ini menumbuhkan rasa persaudaraan dan kebersamaan serta kekompakan antara warga,\u201d ujar Dede Sunarya, Ketua RW setempat.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Dede Sunarya mengatakan, &#8220;Digelarnya lomba masak nasi liwet ini bertujuan untuk melestarikan cara masak atau masakan tradisional, yang kini hampir hilang karena terkikis cara masak modern,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>&#8220;Ini tradisi leluhur kita dalam menanak nasi, dan harus dilestarikan. Karena itu, kami menggelar lomba nasi liwet,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Dede Sunarya menambahkan, &#8220;Lomba nasi liwet mendapat sambutan luar biasa dari warganya. Rencananya, setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI akan digelar lomba nasi liwet ini,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, salah satu peserta lomba liwet, Haryono, menggunakan bahan-bahan yang sederhana. Dia berharap dapat memenangkan lomba.<\/p>\n<p>\u201cKami pakai lauk, tahu, tempe, sambal, lalapan, dan ikan asin. Bahannya bawa sendiri. Tim ini beranggotakan empat orang bersama tetangga.\u201d Pungkas Haryono. <strong>(Andri\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Berbagai kegiatan dilakukan untuk menyambut HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Masyarakat Indonesia menunjukkan kreativitas dan antusiasme. Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-73 kali ini, ratusan warga Kelurahan Parakanyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat. Mereka sukses menggelar lomba gebyar masak liwet, Kamis (16\/08\/2018) malam. Nasi liwet sebagai kuliner tradisional ini dijadikan bahan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":19,"featured_media":81129,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[9414,9008,9415],"class_list":["post-81128","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-hut-ri-73","tag-kota-tasikmalaya","tag-lomba-nasi-liwet"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81128","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/19"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81128"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81128\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81129"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81128"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81128"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81128"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}