{"id":81169,"date":"2018-08-20T11:03:48","date_gmt":"2018-08-20T04:03:48","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=81169"},"modified":"2018-08-20T17:25:12","modified_gmt":"2018-08-20T10:25:12","slug":"kisah-pria-penunggu-tanjakan-alinayin-ciamis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/08\/20\/kisah-pria-penunggu-tanjakan-alinayin-ciamis\/","title":{"rendered":"Kisah Pria Penunggu Tanjakan Alinayin Ciamis"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-ciamis\/\">BERITA CIAMIS.<\/a><\/strong> Masro (68) seorang kakek di Ciamis penunggu tanjakan Alinayin yang berada di Jalan Raya Ciamis \u2013 Kawali Kilometer 08, Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, mengabdikan dirinya untuk keselamatan para pengguna jalan. Menjadi pengatur lalu lintas baginya adalah sebuah pekerjaan mulia yang telah pria tua tersebut tekuni selama empat tahun lebih.<\/p>\n<p>\u201cDi sini banyak sekali terjadi kecelakaan khsususnya truk bermuatan berat dari arah Ciamis menuju Cirebon yang tidak kuat menanjak. Dan banyak juga kendaraan lain yang pernah mengalami musibah disekitar tanjakan ini,\u201d katanya saat di wawancara Warta Priangan di sela\u2013sela tugasnya mengatur lalu lintas. Senin, (20\/08\/2018).<\/p>\n<figure id=\"attachment_81172\" aria-describedby=\"caption-attachment-81172\" style=\"width: 495px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/08\/20\/kisah-pria-penunggu-tanjakan-alinayin-ciamis\/tanjakan-alinayin-2\/\" rel=\"attachment wp-att-81172\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-81172\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/08\/tanjakan-alinayin-2-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"495\" height=\"279\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-81172\" class=\"wp-caption-text\">Sosok Masro (68), pria tua pengatur jalan di Tanjakan Alinayin. (Foto : Helmi Razu Noviansyah\/WP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam kondisi panas maupun hujan, pria yang berasal dari Majenang, Kabupaten Cilacap itu dengan sabar dan giat menjalankan aktivitasnya. Mulai sekitar pukul 07.00 WIB, kegiatan tersebut Masro lakukan sendiri atau terkadang dibantu oleh anak sulungnya. Berjalan kaki dari kediamannya yang berada di Dusun Pasir Panjang RT 01 RW 05, Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, pria yang mempunyai lima orang anak itu melakukan aktivitas sehari \u2013 harinya tanpa mengeluh.<\/p>\n<p>\u201cSampai jam 11.00 Wib kadang \u2013 kadang jika sedang tidak ada kegiatan, biasanya saya pulang dahulu untuk makan dan digantikan anak saya sampai jam 13.00 Wib,\u201d tutur Masro dengan nada layaknya pria tua pada umumnya.<\/p>\n<p>Masro mengaku, dirinya sering memakai atribut lengkap kepolisian karena diberi hadiah sebagai apresiasi dari tanggung jawab yang diamanatkan Polres melalui Polsek setempat. Menjadi sukarelawan yang tidak mendapatkan penghasilan tetap, Masro menggambarkan hal tersebut adalah sebagaian besar kepedulian dari hati untuk keselamatan pengguna jalan di wilayah Tanjakan Alinayin.<\/p>\n<p>\u201cKalau untuk gaji bulanan atau tahunan tidak ada. Tapi bila ada mobil polisi yang lewat sering berhenti dan memberi kepada saya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Kendati demikian, pria kelahiran tahun 1950 itu bersyukur terhadap apa yang dia telah lakukan. Dari aktivitasnya, ia hanya mengandalkan pemberian dari pengendara yang lewat secara sukarela.<\/p>\n<p>\u201cPendapatan tidak menentu. Alhamdulilah untuk setiap harinya kalau jalan sedang ramai sehari bisa mencapai Rp. 150.000,00,-.\u201d Jelasnya.<\/p>\n<p><strong>(Helmi Razu Noviansyah\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Masro (68) seorang kakek di Ciamis penunggu tanjakan Alinayin yang berada di Jalan Raya Ciamis \u2013 Kawali Kilometer 08, Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg, mengabdikan dirinya untuk keselamatan para pengguna jalan. Menjadi pengatur lalu lintas baginya adalah sebuah pekerjaan mulia yang telah pria tua tersebut tekuni selama empat tahun lebih. \u201cDi sini banyak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":81170,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[23],"tags":[24,9424,9423],"class_list":["post-81169","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-ciamis","tag-berita-ciamis","tag-polisi-ciamis","tag-tanjakan-alinayin"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81169","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=81169"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/81169\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/81170"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=81169"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=81169"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=81169"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}