{"id":82354,"date":"2018-09-24T11:53:31","date_gmt":"2018-09-24T04:53:31","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=82354"},"modified":"2018-09-24T11:53:31","modified_gmt":"2018-09-24T04:53:31","slug":"penjelasan-maruf-soal-burung-tak-terbang-yang-disorot-elite-pd","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/09\/24\/penjelasan-maruf-soal-burung-tak-terbang-yang-disorot-elite-pd\/","title":{"rendered":"Penjelasan Ma&#8217;ruf soal Burung Tak Terbang yang Disorot Elite PD"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-nasional\/\">BERITA NASIONAL<\/a>.<\/strong> Elite Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyoroti soal burung merpati yang tak terbang usai dilepas oleh cawapres\u00a0<a href=\"https:\/\/www.detik.com\/tag\/ma&#039;ruf-amin\/?_ga=2.41119521.2005168666.1537697096-1304232469.1537697096\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><strong>Ma&#8217;ruf Amin<\/strong><\/a>\u00a0di deklarasi kampanye damai. Ma&#8217;ruf kemudian menjelaskan burung yang dilepasnya itu sebenarnya tetap terbang.<\/p>\n<p>Awalnya, Ferdinand mengunggah video berdurasi 9 detik di akun Twitter-nya. Video itu menunjukkan suasana saat para kontestan Pilpres 2019 saat melepaskan burung merpati di atas panggung utama deklarasi damai di Kawasan Monas, Jakarta Pusat, Minggu (23\/9\/2018).<\/p>\n<p>Dalam video itu, terlihat para kontestan melepas merpati secara bersama-sama. Saat dilepas itulah, burung yang sempat dipegang Ma&#8217;ruf tak langsung terbang seperti burung-burung yang dilepas oleh Jokowi, Prabowo dan Sandiaga.<\/p>\n<p>&#8220;Aduh&#8230; burungnya pak Yai ga mau terbang. Nyungsep..!!&#8221; cuit Ferdinand di akun Twitter-nya, @LawanPoLitikJKW.<\/p>\n<p>Ma&#8217;ruf kemudian angkat bicara. Dia mengatakan burung yang dilepasnya itu bukan tak terbang, melainkan sempat jatuh sebelum terbang.<\/p>\n<p>&#8220;Ah, nggak. Habis jatuh terus terbang,&#8221; ucap Ma&#8217;ruf.<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Ma&#8217;ruf usai acara deklarasi dukungan Arus Baru Muslimah (ABM) untuk Jokowi-Ma&#8217;ruf di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Ma&#8217;ruf mengatakan burung tersebut tak langsung terbang karena kaget.<\/p>\n<p>&#8220;Cuma kaget dulu,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p><strong>Sumber : <a href=\"https:\/\/news.detik.com\/berita\/d-4225832\/penjelasan-maruf-soal-burung-tak-terbang-yang-disorot-elite-pd?_ga=2.223951517.725403043.1537763658-1282890634.1534472381\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Detik<\/a><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA NASIONAL. Elite Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menyoroti soal burung merpati yang tak terbang usai dilepas oleh cawapres\u00a0Ma&#8217;ruf Amin\u00a0di deklarasi kampanye damai. Ma&#8217;ruf kemudian menjelaskan burung yang dilepasnya itu sebenarnya tetap terbang. Awalnya, Ferdinand mengunggah video berdurasi 9 detik di akun Twitter-nya. Video itu menunjukkan suasana saat para kontestan Pilpres 2019 saat melepaskan burung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":82355,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[35],"tags":[9960,9957,9958,9956,9961,9162,9959,7761],"class_list":["post-82354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-nasional","tag-arus-baru-muslimah","tag-burung-tak-terbang","tag-deklarasi-kampanye-damai","tag-elite-partai-demokrat","tag-jokowi-maruf","tag-maruf-amin","tag-monas","tag-pilpres-2019"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82354"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82354\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82355"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}