{"id":82563,"date":"2018-10-05T19:00:56","date_gmt":"2018-10-05T12:00:56","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=82563"},"modified":"2018-10-05T19:00:56","modified_gmt":"2018-10-05T12:00:56","slug":"alami-trauma-akibat-bencana-palu-sejumlah-warga-tasikmalaya-pulang-kampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/10\/05\/alami-trauma-akibat-bencana-palu-sejumlah-warga-tasikmalaya-pulang-kampung\/","title":{"rendered":"Alami Trauma Akibat Bencana Palu, Sejumlah Warga Tasikmalaya Pulang Kampung"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA.<\/a><\/strong> Pasca Gempa berkekuatan 7.4 SR mengguncang dengan episentrum dekat Kota Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28\/9\/2018) petang. Gempa turut dirasakan hingga ke Kota Palu dan Mamuju.<\/p>\n<p>Puluhan warga Kabupaten\u00a0Tasikmalaya yang menjadi korban\u00a0gempa\u00a0dan\u00a0tsunami\u00a0di\u00a0Palu, Sulawesi Tengah mengalami trauma sehingga memilih pulang ke kampung halamannya. Mereka khawatir terjadi bencana susulan jika terus bertahan di kota tersebut. Kamis, (04\/10\/2018), sebanyak 26 orang warga Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya memilih pulang menggunakan pesawat milik TNI AU.<\/p>\n<p>Kepada Warta Priangan, salah satu korban, secara gamblang menceritakan detik &#8211; detik terjadinya gempa yang disusul tsunami itu. Ia bersama Keluarganya sudah menetap lama di Kota Palu.<\/p>\n<p>\u201cSaat itu kita merasakan guncanan besar menjelang Shalat Maghrib. Ketika itu saya dan keluarga sedang berkumpul untuk menyantap hidangan sore,\u201d ungkap Wawan, warga Kabupaten Tasikmalaya yang pernah tinggal di wilayah Kota Palu.<\/p>\n<figure id=\"attachment_82565\" aria-describedby=\"caption-attachment-82565\" style=\"width: 499px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-82565\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/10\/akibat-bencana-palu-2-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"499\" height=\"281\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82565\" class=\"wp-caption-text\">Sejumlah kerabat, tetangga, aparat Kepolisian mendatangi kediaman salah seorang warga Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya untuk melihat kondisi dan keadaannya.<\/figcaption><\/figure>\n<p>Lanjut Wawan, dirinya mengaku bersyukur dan tak menyangka bahwa ia bersama puluhan warga lainya bisa kembali ke kampung halaman. Akibat kejadian itu ada beberapa warga yang masih mengalami trauma.<\/p>\n<p>&#8220;Saya senang sekali bisa kembali ke kampung halaman. Disana, rumah sudah rusak terlunta, empat hari bahan bakar tidak ada, untuk mengakses informasi pun sangat sulit karena kebanyakan jariangan terputus,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, berdasarkan data dari Kantor Kecamatan Sukaresik, sedikitnya ada 56 warga Kecamatan Sukaresik yang merantau Provinsi Sulawesi Tengah. Tersebar dari tiga Desa berbeda, sebagian warga sudah menetap disana. Dan sebagian yang pulang kampung sudah tiba ke rumahnya masing \u2013 masing atas koordinasi pihak Kecamatan dengan Pemkab Tasikmalaya.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk sementara yang sudah kami data ada 56 warga yang jadi korban gempa. 26 orang sudah pulang, sisanya masih di sana dan masih dalam pendataan.\u201d Papar Camat Sukaresik, Asep Suhendar.<\/p>\n<p><strong>(Andri Ahmad Fauzi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pasca Gempa berkekuatan 7.4 SR mengguncang dengan episentrum dekat Kota Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28\/9\/2018) petang. Gempa turut dirasakan hingga ke Kota Palu dan Mamuju. Puluhan warga Kabupaten\u00a0Tasikmalaya yang menjadi korban\u00a0gempa\u00a0dan\u00a0tsunami\u00a0di\u00a0Palu, Sulawesi Tengah mengalami trauma sehingga memilih pulang ke kampung halamannya. Mereka khawatir terjadi bencana susulan jika terus bertahan di kota tersebut. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":82564,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[10039,19,10067,8287],"class_list":["post-82563","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-bencana-palu-dan-donggala","tag-berita-tasikmalaya","tag-kecamatan-sukaresik","tag-pemkab-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82563","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82563"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82563\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82564"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82563"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82563"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82563"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}