{"id":82996,"date":"2018-11-07T18:34:56","date_gmt":"2018-11-07T11:34:56","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=82996"},"modified":"2018-11-07T18:34:56","modified_gmt":"2018-11-07T11:34:56","slug":"hujan-lebat-akibatkan-bencana-di-tasikmalaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/11\/07\/hujan-lebat-akibatkan-bencana-di-tasikmalaya\/","title":{"rendered":"Hujan Lebat Akibatkan Bencana di Tasikmalaya"},"content":{"rendered":"<p class=\"MsoNormal\"><b style=\"mso-bidi-font-weight: normal;\">wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA.<\/a><\/b> Akibat curah hujan yang terus mengguyur dalam beberapa waktu terakhir di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya, mengakibatkan sedikitnya tiga Kecamatan dilanda banjir bandang. Kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Cipatujah, Kecamatan Karangnuggal, dan Kecamatan Culamega.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Menurut informasi yang himpun Warta Priangan dari Humas Pos SAR Tasikmalaya, banjir bandang tersebut memutus jembatan penghubung antara Desa Cipatujah dengan Desa Ciandum. Selain itu, beberapa rumah milik warga rusak, dan akses jalan lainnya lumpuh akibat longsoran tanah.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">\u201cRencananya kita akan membangun posko evakuasi di dekat Jembatan Ciandum, Cipatujah,\u201d ujar Humas Pos SAR Tasikmalaya, Roni Rohani Efendi.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Berdasarkan data sementara yang diterima, sedikitnya ada 18 rumah rusak dan 52 rumah terendam banjir.<\/p>\n<figure id=\"attachment_82998\" aria-describedby=\"caption-attachment-82998\" style=\"width: 415px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-82998\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/11\/bencana-di-tasikmalaya-2-300x225.png\" alt=\"\" width=\"415\" height=\"313\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-82998\" class=\"wp-caption-text\">Dandim 0612\/Tasikmalaya, Kapolres Kabupaten Tasikmalaya, dan Danlanud meninjau langsung lokasi bencana serta lokasi pengungsian yang berada di dekat Jembatan Ciandum (Foto : Humas BASARNAS Pos Tasikmalaya)<\/figcaption><\/figure>\n<p class=\"MsoNormal\">\u201cJumlah tersebut diambil dari tiga desa di Kecamatan Cipatujah saja. Untuk totalnya tim masih melakukan evakuasi dan pendataan di tempat lainnya,\u201d lanjut Roni kepada Warta Priangan.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Masih menurut Roni, jumlah korban sementara akibat <span style=\"mso-spacerun: yes;\">\u00a0<\/span>banjir bandang di wilayah Cipatujah berjumlah enam orang. Empat orang dinyatakan meninggal dunia dan dua orang lagi masih dalam pencarian.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">\u201cKemungkinan masih bisa bertambah. Tim SAR gabungan semaksimal mungkin sedang melakukan pendataan dan akan terus melakukan evakuasi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\">Saat ini, korban yang terkena dampak dari banjir berpindah untuk sementara ke tempat keluarga lain yang lebih aman.<\/p>\n<p class=\"MsoNormal\"><b style=\"mso-bidi-font-weight: normal;\">(Helmi Razu Noviansyah\/WP)<\/b><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Akibat curah hujan yang terus mengguyur dalam beberapa waktu terakhir di Wilayah Kabupaten Tasikmalaya, mengakibatkan sedikitnya tiga Kecamatan dilanda banjir bandang. Kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Cipatujah, Kecamatan Karangnuggal, dan Kecamatan Culamega. Menurut informasi yang himpun Warta Priangan dari Humas Pos SAR Tasikmalaya, banjir bandang tersebut memutus jembatan penghubung antara Desa Cipatujah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":82997,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[7160,7892,19],"class_list":["post-82996","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-banjir-bandang","tag-bencana-alam","tag-berita-tasikmalaya"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82996","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=82996"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82996\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":82999,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/82996\/revisions\/82999"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/82997"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=82996"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=82996"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=82996"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}