{"id":83039,"date":"2018-11-10T17:37:59","date_gmt":"2018-11-10T10:37:59","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=83039"},"modified":"2018-11-10T17:37:59","modified_gmt":"2018-11-10T10:37:59","slug":"peparda-jabar-2018-kontingen-pangandaran-raih-2-perak-5-perunggu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/11\/10\/peparda-jabar-2018-kontingen-pangandaran-raih-2-perak-5-perunggu\/","title":{"rendered":"Peparda Jabar 2018, Kontingen Pangandaran Raih 2 Perak 5 Perunggu"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN.<\/strong> Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) V Jawa Barat 2018, digelar di Kabupaten Bogor, dari 4-12 November 2018. Kegiatan ini diikuti ada 1.733 atlet dari 25 kontingen asal kota dan kabupaten se-Jawa Barat.<\/p>\n<p>&#8220;Ada 12 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan 630 nomor. Sementara untuk medali yang diperebutkan ada 2.510 keping,&#8221; ungkap Ketua NPCI Kabupaten Pangandaran Wahyu Hidayah.<\/p>\n<p>Pada Peparda V kali ini, kata Wahyu, kontingen Pangandaran mengirimkan 13 atlet disabilitas dan hanya mengikuti 6 cabang olahraga (Cabor) dari 12 cabor yang dipertandingkan.<\/p>\n<p>&#8220;Ke 6 cabor tersebut adalah, Tenis meja, Bulutangkis, Renang, Bowling, Catur dan Atletik,&#8221; terangnya.<\/p>\n<p>Sementara Ketua Kontingen Pangandaran, Agus Teguh, mengatakan, dari 6 cabor yang diikuti atlet cabor Tenis meja dan bulutangkis berhasil memboyong 7 medali perak dan perunggu.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk Tenis meja, pada nomor ganda, atlet Niel edwin dan Andri meraih 2 perak. Sedangkan untuk nomor beregu berhasil memboyong 2 perunggu,&#8221; terang Agus.<\/p>\n<p>Sementara pada cabor Bulutangkis putera, tuturnya, pada nomor tunggal putera berhasil meraih 1 perunggu dan nomor ganda putera meraih 2 perunggu.<\/p>\n<p>Agus juga menyampaikan, khusus untuk cabor Catur, pecatur asal Pangandaran Krisna Aji (14) meskipun tidak berhasil meraih medali, namun dinilai potensial sebagai pecatur muda.<\/p>\n<p>&#8220;Untuk itu dirinya berhak mewakili Jawa Barat mengikuti Peparnas mendatang di Papua di kelas Junior,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Krisna Aji, tambah Agus, turun pada nomor catur standar dan catur cepat. Di nomor catur standar, tambah Wahyu, atletnya hanya mampu mengumpulkan poin 3 dari enam babak yang digelar.<\/p>\n<p>&#8220;Sama halnya untuk nomor catur cepat, yang berlangsung Kamis hingga Jumat 8-9 November 2018, Krisna Aji juga hanya mampu mendapatkan nilai 3&#8221; pungkasnya. (<strong>Iwan Mulyadi\/WP<\/strong>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) V Jawa Barat 2018, digelar di Kabupaten Bogor, dari 4-12 November 2018. Kegiatan ini diikuti ada 1.733 atlet dari 25 kontingen asal kota dan kabupaten se-Jawa Barat. &#8220;Ada 12 cabang olahraga yang dipertandingkan dengan 630 nomor. Sementara untuk medali yang diperebutkan ada 2.510 keping,&#8221; ungkap Ketua NPCI Kabupaten [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":83040,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6,9087],"class_list":["post-83039","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran","tag-peparda-2018"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83039"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83039\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83041,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83039\/revisions\/83041"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}