{"id":83060,"date":"2018-11-11T03:48:17","date_gmt":"2018-11-10T20:48:17","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=83060"},"modified":"2018-11-11T03:48:17","modified_gmt":"2018-11-10T20:48:17","slug":"pasca-banjir-longsor-di-tasikmalaya-petugas-gabungan-berupaya-buka-akses-jalan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/11\/11\/pasca-banjir-longsor-di-tasikmalaya-petugas-gabungan-berupaya-buka-akses-jalan\/","title":{"rendered":"Pasca Banjir Longsor Di Tasikmalaya, Petugas Gabungan Berupaya Buka Akses Jalan"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA.<\/a><\/strong> Tim gabungan dari BPBD,TNI dan Polri beserta warga masyarakat bahu \u2013 membahu membersihkan material sisa longsor. Sebelumnya, hujan deras mengakibatkan longsor di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Tim gabungan, berupaya membuka akses jalur menuju Desa Cikuya, Kecamatan Culamega pasca kejadian longsor beberapa waktu lalu, Sabtu, (10\/11\/2018)<\/p>\n<p>Para petugas, tampak fokus\u00a0 mengevakuasi material longsor di titik ke 12, tepatnya di kawasan Genteng yang merupakan pintu masuk menuju Desa Cikuya. Sulitnya medan membuat alat berat belum bisa masuk ke lokasi tersebut. Oleh karena itu, sejumlah petugas terpaksa turun secara gotong royong membersihkan tumpukan tanah lumpur secara manual.<\/p>\n<p>Kapolres Kabupaten Tasikmalaya, AKBP. Doni Eka Putra saat di wawancara sejumlah wartawan mengatakan, kita dari polisi, TNI, dan relawan berupaya membuka dulu akses. Setidaknya sampai sepeda motor bisa melaui jalan tersebut.<\/p>\n<p>\u201cKita berupaya terlebih dahulu menggunakan alat seadanya seperti cangkul,\u201d kata Kapolres.<\/p>\n<p>Sementara Itu, Salah satu warga setempat, Ending mengatakan, sulitnya jalur yang akan di lalui mengakibatkan dirinya harus berjalan kaki dan meninggalkan kendaraannya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_83062\" aria-describedby=\"caption-attachment-83062\" style=\"width: 415px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-83062\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/11\/pasca-banjir-longsor-3-300x169.png\" alt=\"\" width=\"415\" height=\"234\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-83062\" class=\"wp-caption-text\">Sulitnya medan membuat alat berat belum bisa masuk ke lokasi Desa Cikuya (Foto : Andri Ahmad Fauzi\/WP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cSaya dari Genteng rencana mau ke Kampung Cikuya. Karena kondisi jalan yang tertutup dan jembetan terputus, terpakasa saya jalan kaki dan meninggalkan sepeda motor,\u201d katanya saat dimintai keterangan oleh Warta Priangan.<\/p>\n<p>Bupati Tasikmalaya, H. Ade Sugianto menuturkan, saat ini, kita sedang memprioritaskan pengiriman makanan dan obat \u2013 obatan terlebih dahulu untuk para korban. Namun, karena alat berat tidak bisa masuk untuk evakuasi jalan, keterlambatan barang terpaksa terjadi.<\/p>\n<p>\u201cDitargetkan minimal minggu besok jalur sudah bisa dilalui sepeda motor. Tujuanya agar pasokan logistik bisa segera sampai ke kawasan Desa Cikuya yang terdampak parah bencana.\u201d Tutur Bupati Tasikmalaya.<\/p>\n<p><strong>(Andri Ahmad Fauzi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tim gabungan dari BPBD,TNI dan Polri beserta warga masyarakat bahu \u2013 membahu membersihkan material sisa longsor. Sebelumnya, hujan deras mengakibatkan longsor di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Tim gabungan, berupaya membuka akses jalur menuju Desa Cikuya, Kecamatan Culamega pasca kejadian longsor beberapa waktu lalu, Sabtu, (10\/11\/2018) Para [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":83061,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[10189,19,10190],"class_list":["post-83060","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-banjir-longsor-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya","tag-proses-evakuasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83060","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83060"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83060\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83063,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83060\/revisions\/83063"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83061"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83060"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83060"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83060"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}