{"id":83383,"date":"2018-11-24T22:00:07","date_gmt":"2018-11-24T15:00:07","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=83383"},"modified":"2018-11-24T22:01:33","modified_gmt":"2018-11-24T15:01:33","slug":"2018-sajian-pindang-gunung-di-pangandaran-pecahkan-rekor-muri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/11\/24\/2018-sajian-pindang-gunung-di-pangandaran-pecahkan-rekor-muri\/","title":{"rendered":"2018 Sajian Pindang Gunung di Pangandaran, Pecahkan Rekor Muri"},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\"><strong>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN.<\/strong> PSDKU Universitas Padjajaran (UNPAD) Pangandaran berhasil mengukir prestasi karena sudah berhasil mempersembahkan kuliner khas Kabupaten Pangandaran, pindang gunung sebanyak 2018 porsi dan tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Acara penyerahan piagam rekor Muri tersebut diserahkan Eksekutif Manajer Muri Sri Widayanti, setelah ia mengecek jumlah sajian pindang gunung dalam mangkuk yang\u00a0 berjejer di atas meja.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cPada hari ini, sabtu 24 Nopember 2018, kami dari muri sengaja datang ke Pangandaran untuk mencatat sebuah prestasi yang spektakuler, yaitu penyajian kuliner pindang gunung terbanyak. \u201ckata Sri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sebenarnya, kata Sri, jumlah sajian tersebut melebihi angka 2018, tapi karena panitia penyelenggara tetap meninginkan agar angka yang tercatat di muri ini mudah diingat dan menjadi pertanda waktu, sehingga yang tercatat tetap 2018 porsi.<\/p>\n<div align=\"left\">\n<p dir=\"ltr\">Penyajian Pindang Gunung ini, kata Sri, merupakan rekor pertama kali yang tercatat dalam buku muri karena merupakan makanan khas Pangandaran dengan urutan ke 8755 setelah rekor Muri lainnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cSebelumnya kami juga tetapkan rekor di Kabupaten Pangandaran pada 20 September tahun 2015 yakni rekor rampak ronggeng dengan penari terbanyak, sejumlah 873 penari,\u201d ungkap Sri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Sementara Rektor Universitas Padjadjaran Prof Tri Hanggono Achmad menjelaskan bahwa Unpad memiliki tanggungjawab bagi pemajuan masyarakat Jawa Barat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cRekor ini murni ide dari mahasiswa PSDKU Unpad Pangandaran. Hal ini membuktikan kalau kita fasilitasi, kreatifitas mereka akan keluar sendiri,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Kreatifitas dan ekspresi yang mahasiswa keluarkan kata Tri adalah tanggungjawab mahasiswa yang sekolah di Pangandaran untuk membangun daerah melalui penggalian potensi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cDengan kolaborasi Unpad dan Pemda Pangandaran kedepan ini bisa menjadi event tahunan dan pesertanya ditingkatkan menjadi Internasional, potensi juga akan digali lebih lanjut lagi,\u201d tutur Tri. (<strong>Iwan Mulyadi\/WP<\/strong>)<\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. PSDKU Universitas Padjajaran (UNPAD) Pangandaran berhasil mengukir prestasi karena sudah berhasil mempersembahkan kuliner khas Kabupaten Pangandaran, pindang gunung sebanyak 2018 porsi dan tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Acara penyerahan piagam rekor Muri tersebut diserahkan Eksekutif Manajer Muri Sri Widayanti, setelah ia mengecek jumlah sajian pindang gunung dalam mangkuk yang\u00a0 berjejer di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":21,"featured_media":83384,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[6,10266,8550],"class_list":["post-83383","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-pangandaran","tag-berita-pangandaran","tag-pindang-gunung","tag-rekor-muri"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83383","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/21"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83383"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83383\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83386,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83383\/revisions\/83386"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83384"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83383"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83383"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83383"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}