{"id":83877,"date":"2018-12-25T17:44:19","date_gmt":"2018-12-25T10:44:19","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=83877"},"modified":"2018-12-25T17:44:19","modified_gmt":"2018-12-25T10:44:19","slug":"keren-beginilah-kreasi-unik-gereja-di-tasikmalaya-saat-natal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2018\/12\/25\/keren-beginilah-kreasi-unik-gereja-di-tasikmalaya-saat-natal\/","title":{"rendered":"Keren! Beginilah Kreasi Unik Gereja di Tasikmalaya Saat Natal"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/berita-tasikmalaya\/\">BERITA TASIKMALAYA.<\/a><\/strong> Gereja yang terletak di Jalan Veteran, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terdapat hiasan\u00a0pohon natal\u00a0yang tak biasa. Pohon Natal itu, terbuat dari susunan limbah botol air mineral ukuran 600 ML dan satu liter.<\/p>\n<p>Jemaat Gereja Kristen Indonesia atau GKI sengaja menggunakan limbah botol plastik sebagai bahan dekorasi pohon natal. Mereka\u00a0memanfaatkan botol bekas minuman yang disusun menjadi pohon natal yang indah serta ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Sebagai hiasan, bentuk pohon natal dari botol setinggi tiga meter itu juga ditambahkan pernak pernik.<\/p>\n<p>Menurut panitia Natal Gereja Kristen Indonesia (GKI), Handik, ide pembuatan\u00a0pohon natal dari botol bekas berawal dari setiap acara yang digelar di Gereja. Pada setiap acaranya, selalu banyak terkumpul botol bekas minuman.<\/p>\n<figure id=\"attachment_83879\" aria-describedby=\"caption-attachment-83879\" style=\"width: 401px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-83879\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2018\/12\/gereja-di-tasikmalaya-2-300x169.png\" alt=\"\" width=\"401\" height=\"226\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-83879\" class=\"wp-caption-text\">Bentuk pohon natal dari limbah botol plastik disimpan di depan Gereja Kristen Indonesia, Kota Tasikmalaya (Foto : Andri Ahmad Fauzi\/WP)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u201cUntuk itu, para pengurus Gereja sepakat membuat karya pohon natal dari sampah botol,\u201d ujarnya kepada Warta Priangan, Selasa, (25\/12\/2018).<\/p>\n<p>Ia melanjutkan, tahun lalu, pihaknya juga sama membuat pohon natal dari botol bekas, dirinya mengaku sengaja membuat hal tersebut untuk memberikan suasana berbeda pada setiap perayaan Natal.<\/p>\n<p>\u201cDi Gereja ini waktu kita membentuk panitia, kita memutuskan untuk membuat sebuah pohon natal yang tak biasa. Dengan melihat banyaknya limbah tersebut, ya dibentuklah kreasi pohon natal menggunakan botol bekas air mineral,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Tak hanya diluar Gereja, suasana di dalam Gereja juga terkesan berbeda dengan berbagai hiasan khas Natal lengkap dengan bunga salju dan bentuk orang \u2013 orangan menyerupai Sinterklas.<\/p>\n<p><strong>(Andri Ahmad Fauzi\/WP)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Gereja yang terletak di Jalan Veteran, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terdapat hiasan\u00a0pohon natal\u00a0yang tak biasa. Pohon Natal itu, terbuat dari susunan limbah botol air mineral ukuran 600 ML dan satu liter. Jemaat Gereja Kristen Indonesia atau GKI sengaja menggunakan limbah botol plastik sebagai bahan dekorasi pohon natal. Mereka\u00a0memanfaatkan botol bekas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":83878,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[20],"tags":[19,10382,10381],"class_list":["post-83877","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-tasikmalaya","tag-berita-tasikmalaya","tag-gereja-kristen-indonesia","tag-natal-2018"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83877","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=83877"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83877\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":83880,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/83877\/revisions\/83880"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/83878"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=83877"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=83877"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=83877"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}