{"id":84056,"date":"2019-01-04T19:20:25","date_gmt":"2019-01-04T12:20:25","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=84056"},"modified":"2019-01-04T19:20:25","modified_gmt":"2019-01-04T12:20:25","slug":"beban-moril-seorang-pengangguran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2019\/01\/04\/beban-moril-seorang-pengangguran\/","title":{"rendered":"Beban Moril Seorang Pengangguran"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/opini\/\">OPINI.<\/a><\/strong> Mendengar kata menganggur <em>mindset <\/em>kita langsung tertuju pada orang yang sedang bermalas &#8211; malasan, bersantai &#8211; santai dan hal lainnya yang mungkin tidak berguna. Hal tersebut disebabkan pola pikir masyarakat masih awam dan memang masih seperti itu. Seseorang yang \u00a0mau menikah terkadang juga kesulitan mendapatkan restu calon mertua, ini sebagai akibat status moril pengangguran.<\/p>\n<p>Fenomena yang seringkali terjadi adalah membanjirnya pelamar pada bursa kerja ataupun penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Kondisi tersebut menandakan bahwa pengangguran di sekitar kita masih relatif banyak. Setiap tahunnya lulusan &#8211; lulusan dari perguruan tinggi dan lulusan setingkat SLTA jumlahnya mencapai Jutaan. Otomatis akan semakin bertambahnya angkatan kerja. Jika tidak terserap, maka menjadi penggangguran. Tentunya hal ini adalah tantangan berat bagi Pemerintah agar perlu upaya menciptakan lapangan kerja dalam mengatasinya.<\/p>\n<p>Secara konsep, pengangguran adalah angkatan kerja yang belum mendapatkan kesempatan tetapi sedang mencari pekerjaan atau orang yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin memperoleh pekerjaan. Sedangkan angkatan kerja itu sendiri adalah penduduk usia kerja (15 tahun dan lebih) yang bekerja dan punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja dan pengangguran.<\/p>\n<p>Pengangguran dapat digolongkan ke dalam dua golongan yaitu : tingkat pengangguran terbuka dan setengah pengangguran. Tingkat pengangguran terbuka yakni persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja. Sedangkan setengah pengangguran adalah mereka yang bekerja dibawah jam kerja normal (kurang dari 35 jam seminggu).<\/p>\n<p>Menurut ILO tingkat pengangguran terdiri dari;<\/p>\n<p>1) Mereka yang tidak punya pekerjaan dan mencari pekerjaan.<\/p>\n<p>2) Mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dan mempersiapkan usaha.<\/p>\n<p>3) Mereka yang tidak mempunyai pekerjaan dan tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan.<\/p>\n<p>4) Mereka yang sudah punya pekerjaan tetap tetapi belum mulai bekerja.<\/p>\n<h3><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2019\/01\/04\/beban-moril-seorang-pengangguran\/2\/\">Angka Tingkat Pengangguran Terbuka, Data Badan Pusat Statistik<\/a>\u00a0<!--nextpage--><\/h3>\n<h3>Angka Tingkat Pengangguran Terbuka, Data Badan Pusat Statistik<\/h3>\n<p>Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), \u00a0angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat pada Agustus 2018 sebesar 8,17% turun 0,05% poin dari kondisi Agustus 2017. Sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus 2018 sebesar 62,92 %. TPAK tersebut menurun sebesar sebesar 0,42% poin dari kondisi Agustus 2017 yaitu sebesar 63,34%.<\/p>\n<p>Ditinjau dari tingkat pendidikan pada Agustus 2018, \u00a0TPT untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)\u00a0 masih mendominasi\u00a0 yaitu sebesar 16,97 persen. Selanjutnya TPT SMA sebesar 9,78 persen, TPT SMP sebesar 8,02 persen, TPT Diploma I\/II\/III sebesar 6,93 persen, TPT Universitas sebesar 6,37 persen dan yang paling kecil adalah TPT SD ke bawah dengan 4,48 persen.<\/p>\n<p>Dari gambaran diatas, bisa dikatakan bahwa mereka yang berpendidikan rendah cenderung lebih mau menerima tawaran pekerjaan apa saja. Inilah yang menyebabkan lulusan pendidikan rendah tidak banyak yang menganggur. \u00a0Lulusan SD ke bawah biasanya terserap pada lapangan pekerjaan non formal. \u00a0Berusaha sendiri ataupun menjadi buruh lepas. Adakalanya dengan sistem pengupahan harian atau sesuai jam kerja dan minim dengan fasilitas tambahan lainnya misalnya kesehatan, pesangon dan lainnya.<\/p>\n<p>Adapun mereka yang berpendidikan lebih tinggi (SLTA keatas), selektif dalam memilih pekerjaan. Kadang mereka berpikiran lebih baik menganggur dari pada masuk dunia kerja non formal. Pekerjaan yang biasanya mereka dambakan adalah pekerjaan di sektor formal dengan fasilitas tunjangan yang lebih baik.<\/p>\n<p>Hal ini tercermin dari TPT yang masih didominasi tamatan SMA dan SMK. Lulusan tingkat pendidikan ini masih minim penyerapan. Berkaca dari kondisi ini, hendaknya Pemerintah lebih meningkatkan lagi program &#8211; program terkait pendidikan dalam mempersiapkan lulusan setingkat SMA dan SMK. Lulusannya harus mampu terserap di pasar kerja.<\/p>\n<p>Selain itu, tentunya program yang paling penting yaitu penciptaan lapangan kerja sebagai prioritas pembangunan. Pemerintah diharapkan menjadi regulator dalam percepatan penyediaan lapangan kerja. Lapangan kerja baru yang mampu menyerap angkatan kerja\u00a0 berbagai lulusan pendidikan terutama lulusan SMK. Demikian juga mampu menyerap lulusan perguruan tinggi sesuai bidang keahliannya. Sebuah pekerjaan rumah yang tampaknya masih cukup berat.<\/p>\n<h3><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2019\/01\/04\/beban-moril-seorang-pengangguran\/3\/\">Angka Pengangguran Harus Ditekan<\/a><!--nextpage--><\/h3>\n<h3>Angka Pengangguran Harus Ditekan<\/h3>\n<p>Lapangan kerja pada dasarnya terkait erat dengan kondisi <em>makro<\/em> ekonomi. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi maka akan merangsang tumbuhnya dunia usaha. Hal ini \u00a0akan berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Percepatan pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu solusi efektif mengatasi pengangguran. Dibutuhkan iklim usaha yang kondusif sehingga bisa meningkatkan investor masuk dan berinvestasi.<\/p>\n<p>Pembinaan pola pikir generasi muda juga perlu terus diupayakan. Mencari kerja bukan sekedar menjadi pekerja saja, \u00a0akan tetapi harus tertanam dalam benaknya menjadi pengusaha. Oleh sebab itu, kewirausahaan juga efektif untuk menekan angka pangangguran. Berwirausaha akan mendongkrak tingkat kesejahteraannya. Bahkan dalam skala usaha kecil pun, pendapatannya\u00a0 bisa melebihi dari seorang pekerja.<\/p>\n<p>Untuk mewujudkan generasi muda yang berjiwa usaha banyak faktor yang harus dipersiapkan. Selain mental, peningkatan keterampilan dan keahlian juga \u00a0menjadi salah satu syarat bisa mandiri. Untuk itu, program pendidikan dan pelatihan dapat menjembatani kemandirian. Dengan demikian calon tenaga kerja menjadi terampil dan akan memiliki kesempatan lebih besar untuk menciptakan lapangan usaha baru.<\/p>\n<p>Dengan berbagai upaya yang dilakukan, baik oleh Pemerintah ataupun oleh si pencari kerja itu sendiri, diharapkan pengangguran bisa ditekan. Bagi Pemerintah, menurunnya angka pengangguran menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Sedangkan bagi angkatan kerja, terserapnya di pasar kerja menjadikan hilangnya \u00a0beban moril. Status moril \u00a0pengangguran yang menghambat aktualisasi dirinya ditengah masyarakat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_84057\" aria-describedby=\"caption-attachment-84057\" style=\"width: 228px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-84057\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2019-01-04-at-15.25.51-228x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"228\" height=\"300\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-84057\" class=\"wp-caption-text\">Widi Tri Purnama, SE, Fungsional Statistisi Badan Pusat Statsitik (BPS) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>*)<\/strong> <strong>Widi Tri Purnama, SE<\/strong><\/p>\n<p><strong><em>(<\/em><\/strong><strong><em>Penulis adalah Fungsional Statistisi Badan Pusat Statsitik (BPS) Kabupaten Ciamis<\/em><\/strong><strong><em>,<\/em><\/strong><strong><em> Jawa Barat<\/em><\/strong><strong><em>)<\/em><\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, OPINI. Mendengar kata menganggur mindset kita langsung tertuju pada orang yang sedang bermalas &#8211; malasan, bersantai &#8211; santai dan hal lainnya yang mungkin tidak berguna. Hal tersebut disebabkan pola pikir masyarakat masih awam dan memang masih seperti itu. Seseorang yang \u00a0mau menikah terkadang juga kesulitan mendapatkan restu calon mertua, ini sebagai akibat status moril [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":84058,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[549],"tags":[],"class_list":["post-84056","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84056","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84056"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84056\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84059,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84056\/revisions\/84059"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84058"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84056"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84056"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84056"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}