{"id":84421,"date":"2019-01-23T23:01:28","date_gmt":"2019-01-23T16:01:28","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=84421"},"modified":"2019-01-23T23:33:20","modified_gmt":"2019-01-23T16:33:20","slug":"membangun-kesadaran-budaya-ekonomi-di-kota-istimewa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2019\/01\/23\/membangun-kesadaran-budaya-ekonomi-di-kota-istimewa\/","title":{"rendered":"Membangun Kesadaran budaya Ekonomi di Kota Istimewa"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/kisah-kita\/\">KISAH KITA. <\/a><\/strong>Gerimis hujan mulai berhenti menyambut kedatangan saya tiba di Kota Banjar setelah melakukan perjalanan dari Bandung menggunakan KA Argo Wilis. Padahal dari semenjak naik di Statsion Bandung, hujan tak hentinya mengguyur kota kembang itu. Kondisi tubuh lelah, pikiran sudah tidak konsentrasi lagi untuk berpikir normal, karena malam itu saya telah menjalankan proses kehidupan sebagai mahasiswa S2 tingkat akhir di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Rasa lelah pun terbayar dengan peringatan bahwa perjalanan KA sudah hampir sampai ke kota tujuan tempat saya tinggal.<\/p>\n<p>Adalah Kota Banjar sebuah daerah yang terletak di perbatasan dua provinsi yakni Jawa Barat dan Jawa Tengah serta kota perlintasan pariwisata Pantai Pangandaran. Saya pun menyebutnya kota istimewa karena memiliki banyak keunikan. Sesampainya di Statsion KA Banjar, saya berniat untuk berjalan kaki menuju rumah. Setelah saya turun dari KA, kemudian kaki ini berjalan menyusuri trotoar menuju ke kawasan Jalan Letjen Suwarto.<\/p>\n<p>Kaki mulai melangkah melewati lorong gelap sekitar Jembatan Viaduct yang usianya seumuran dengan kemerdekaan Indonesia. Tak jauh dari jembatan itu, terlihat bangunan ruko berderet tak ada manusia yang beraktifitas berdagang, padahal bila siang hari kawasan ruko Letjen Suwarto kerap dikunjungi masyarakat yang melakukan aktifitas perekonomian. Ya, jalan Letjen Suwarto ini terkenal sebagai kawasan pusat ekonomi dan jajanan masyarakat di Kota Banjar.<\/p>\n<p>Perut kosong dan dinginya angin malam menambah rasa lapar saya. Terlihat ada suatu ruko yang masih buka. Ternyata, mie ayam Mas Yoyo. Seperti mendapat tenaga, langkah kaki saya pun terus dipacu untuk menghampiri dan membeli semangkuk Mie Ayam tersebut. Tidak lama saya memesan seporsi mie ayam pangsit Mas Yoyo, hidangan pun sudah tersedia. Dalam hati saya berucap, mie ayam ini tak kalah enaknya dengan mie ayam Cipaganti Bandung yang banyak digandrungi kaum milenial sebagai jajanan kaki lima disekitar jalan menuju Setiabudi.<\/p>\n<h3><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2019\/01\/23\/membangun-kesadaran-budaya-ekonomi-di-kota-istimewa\/2\/\">Lanjutan (Page 2)<\/a><br \/>\n<!--nextpage--><\/h3>\n<p>Usai makan mie ayam super lezat itu, saya pun memandang hingga ujung jalan Letjen Suwarto. Sepi tak ada aktifitas warga pada malam hari, mungkin karena hujan sehingga tidak ada kegiatan apa &#8211; apa dikawasan ekonomi ini. Entah mendapat ide dari mana, dalam pikiran saya terbayang Jalan Letjen Suwarto ini diibaratkan seperti teras Cihampelas Bandung. Selain pusat perdagangan, jajanan serta oleh &#8211; oleh, kawasan ini bisa jadi areal kreatifitas anak muda serta UMKM jajanan kaki lima seperti di Solo. Dengan dibuatkan kontruksi baja dibangun sebuah taman gantung, saya pun bermimpi kotaku ini menjadi pusat penyangga perekonomian dua provinsi. Apalagi secara geografis sudah mendukung.<\/p>\n<p>Diukur dari Statsion KA Banjar, berjalan kurang dari 1 km, bila ada aktiftas orang yang turun di Banjar bisa bermain dahulu ke kawasan bisnis ini, apalagi di kawasan ini pun terdapat beberapa hotel dan penginapan serta ketersediaan Bank juga mesin ATM juga rumah makan, saya rasa ini bisa menjadi keunggulan untuk Kota Banjar.<\/p>\n<p>Kemudian, di kawasan Letjen Suwarto pun telah terbangun sebuah budaya masyarakat Banjar, banyak jargon yang mengatakan \u201cNgajual Kamana Wae, Meli Mah Ti Urang Banjar\u201d (Menjual kemana saja, tetap belanja dari orang Banjar). Kalimat ini bisa jadi spirit membangun kesadaran budaya ekonomi yang berbasih kearifan lokal sebagai daya tarik dan unggulan Banjar. Apalagi saat ini PT. KAI sudah meluncurkan KA Pangandaran sebagai misi untuk peningkatan angka kunjungan pariwisata Pangandaran. Karena, Banjar ini istimewa saya rasa akan sangat relevan apabila optimalisasi kawasan bisnis Letjen Suwarto terus dikembangan yang dapat dimanfaatkan dan dirasakan oleh warga Banjar.<\/p>\n<p>Saya sempat duduk terdiam di tengah &#8211; tengah sudut ruang jalan Letjen Suwarto dan membayangkan bagaimana terciptanya suatu akitfitas massal ruang &#8211; ruang kreatif, ruang diskusi mahasiswa, komunitas pecinta seni budaya bisa menuangkan gagasanya di kawasan ini. Akan terjadi suatu peradaban baru di Kota Banjar yang merangkum berbagai aspek kepentingan terutama ruang kreatif para kaum milenial. Syaratnya satu, menciptakan rasa nyaman dan aman dengan fasilitas lengkap serta rencana strategis pembangunan suprastrukturnya. Bagaimana orang bisa nyaman dan aman dan ingin tinggal di Banjar meski mereka hanya tinggal 4 sampai dengan 6 tahun lamanya. Perlu adanya peningkatan lembaga pendidikan tinggi di Banjar yang bisa menarik para kaum intelektual yang menimba ilmu di Banjar. Saya rasa ini tidak mustahil untuk diwujudkan. Angin malam pun semakin menusuk menyelusup kedalam tulang tubuh. Saya pun pulang dengan segudang harapan besar untuk kota kelahiran saya.<\/p>\n<figure id=\"attachment_84423\" aria-describedby=\"caption-attachment-84423\" style=\"width: 200px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-84423\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/01\/WhatsApp-Image-2019-01-23-at-9.29.44-PM-242x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"248\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-84423\" class=\"wp-caption-text\">Syarif Hidayat, Wakil Ketua Umum Dewan Kebudayaan Kota Banjar, Jawa Barat.<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Syarif Hidayat<\/strong><\/p>\n<p><em><strong>(Penulis merupakan\u00a0Pendiri Media Online Warta Priangan)<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, KISAH KITA. Gerimis hujan mulai berhenti menyambut kedatangan saya tiba di Kota Banjar setelah melakukan perjalanan dari Bandung menggunakan KA Argo Wilis. Padahal dari semenjak naik di Statsion Bandung, hujan tak hentinya mengguyur kota kembang itu. Kondisi tubuh lelah, pikiran sudah tidak konsentrasi lagi untuk berpikir normal, karena malam itu saya telah menjalankan proses [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":84422,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6923],"tags":[],"class_list":["post-84421","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisah-kita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84421","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84421"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84421\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84425,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84421\/revisions\/84425"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84422"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84421"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84421"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84421"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}