{"id":84755,"date":"2019-02-20T13:47:24","date_gmt":"2019-02-20T06:47:24","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=84755"},"modified":"2019-02-20T13:47:24","modified_gmt":"2019-02-20T06:47:24","slug":"saudagar-jabar-dan-pekerja-di-jawa-barat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2019\/02\/20\/saudagar-jabar-dan-pekerja-di-jawa-barat\/","title":{"rendered":"Saudagar Jabar Dan Pekerja di Jawa Barat"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/opini\/\">OPINI. <\/a><\/strong>Salah satu program Ridwan Kamil yang telah dicanangkan adalah \u201c<em>Saudagar Jabar<\/em>\u201d. Implementasi program ini diantaranya\u00a0 rencana membangun kawasan segitiga emas Kertajati -Cirebon &#8211; Patimban. Inilah harapan baru perekonomian Jawa Barat,\u00a0 harapan terhadap peningkatan kesejahteraan warga Jawa Barat.<\/p>\n<p>Program tersebut berkaitan dengan strategi peningkatan lapangan pekerjaan di Jawa Barat. Meningkatnya lapangan kerja akan menambah penyerapan tenaga kerja. Sementara ini, berkaca dari data Badan Pusat Statistik (BPS), Jumlah angkatan kerja di Jawa Barat pada Agustus 2018 sebanyak\u00a0 22,63\u00a0 Juta orang, naik sebesar 237,12 Ribu orang dibandingkan Agustus 2017. Adapun pada Agustus 2018 terdapat sebanyak 20,78 Juta orang penduduk Jawa Barat berstatus bekerja sedangkan sebanyak 1,85 juta orang berstatus mencari kerja (menganggur).<\/p>\n<p>Masih berdasarkan data BPS, dalam setahun terakhir TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) Jawa Barat menurun. TPT adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja. TPT Jawa Barat pada Agustus 2017 sebesar 8,22% menjadi 8,17% pada Agustus 2018, menurun 0,05 persen dari tahun 2017.<\/p>\n<p>Dengan demikian dibandingkan setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja di Jabar bertambah\u00a0 228,31 ribu orang sedangkan pengangguran berkurang\u00a0 8,81 ribu orang. Namun demikian, peningkatan penduduk bekerja ini, belum diiringi\u00a0 peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK). TPAK pada Agustus 2018 tercatat sebesar 62,92%, menurun 0,42 poin dibandingkan setahun yang lalu. Penurunan TPAK tersebut memberikan indikasi adanya perlambatan potensi ekonomi dari sisi pasokan (<em>supply<\/em>) tenaga kerja.<\/p>\n<p>Adapun pada periode Agustus 2017 &#8211; Agustus 2018, terjadi penurunan daya serap di sektor pertanian. Penduduk yang bekerja pada sektor pertanian, perikanan &amp; kehutanan menurun sebesar 1,19%. Hal ini terkait beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor tersebut diantaranya semakin berkurangnya lahan pertanian, dan juga faktor cuaca memasuki kemarau panjang. Faktor lainnya adalah adanya daya tarik sektor industri manufaktur bagi \u00a0para pencari kerja. Pencari kerja dipedesaan cenderung untuk mencari pekerjaan di Kota.<\/p>\n<h3><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2019\/02\/20\/saudagar-jabar-dan-pekerja-di-jawa-barat\/2\/\"><strong>Jiwa Wirausaha di Jawa Barat Masih Rendah<\/strong><\/a><!--nextpage--><\/h3>\n<h3><strong>Jiwa Wirausaha di Jawa Barat Masih Rendah<\/strong><\/h3>\n<p>Sementara ini, sebagian besar pola pikir pencari kerja adalah \u201cmencari kerja\u201d bukan menciptakan lapangan kerja. Oleh sebab itu masih terjadi ketergantungan tinggi\u00a0 sebagai pekerja bukan sebagaia pengusaha. Dengan kata lain, jiwa wirausaha dari pencari kerja masih rendah. \u00a0Mereka mencari jalan aman dengan dengan hanya menjadi pekerja. Adapun minat menjadi wirausahawan sebenarnya masih tetap ada, hanya belum begitu berkembang.<\/p>\n<p>Berdasarkan data BPS pada Agustus 2018, jumlah penduduk Jawa Barat yang bekerja sebagai buruh\/karyawan sebanyak 48,39%. Sedangkan mereka yang berusaha sendiri sebanyak 20,48%. Adapun dengan status berusaha dibantu buruh tidak tetap sebesar 11,55%\u00a0 dan yang berstatus berusaha dibantu buruh tetap sebanyak 3,39%. Sisanya sebagai pekerja bebas 11,58% dan pekerja keluarga4,50%. Data tersebut menggambarkan masih minimnya jiwa wirausaha warga Jawa Barat.<\/p>\n<p>Disini diperlukan berbagai upaya untuk menumbuhkan jiwa wirausaha. Tahapan awal pada proses pembelajaran disekolah dan dibangku kuliah perlu ditekankan materi kewirausahaan. Disamping itu, pasca kelulusan juga harus dikawal dan dilakukan pembinaan diantaranya melalui Balai Latihan Kerja (BLK). Diharapkan adanya optimalisasi fungsi dari BLK. Output dari hasil pembinaan di BLK harus benar &#8211; benar menghantarkan binaaannya menjadi pengusaha.<\/p>\n<p>Membuat usaha baru jangan berpikiran sebagai pengusaha besar. Jika berpikiran jadi pengusaha besar, biasanya langsung terbayang modal. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penghambat menjadi wirausawahan. Perlu pendampingan yang utuh kepada mereka dan penekanan bahwa modal tidak selalu menjadi faktor utama membuat sebuah usaha baru.\u00a0 Mulailah mencari peluang buka usaha. Media online menjadi salah satu pintu masuk menjadi pengusaha tanpa modal yang besar.<\/p>\n<p>Berkaitan dengan itu, digulirkannya \u00a0program\u00a0 \u201c<em>Saudagar Jabar<\/em>\u201d diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan usaha baru di Jawa barat. Namun lebih jauh lagi diharapkan mampu menciptakan pengusaha baru yang melibatkan banyak pelaku usaha. Kita akan tunggu dampak positif \u00a0dari \u201c<em>S<\/em><em>audagar <\/em><em>J<\/em><em>abar<\/em>\u201d.<\/p>\n<figure id=\"attachment_84758\" aria-describedby=\"caption-attachment-84758\" style=\"width: 205px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-84758\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2019-02-20-at-12.37.22-PM-300x297.jpeg\" alt=\"\" width=\"205\" height=\"203\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2019-02-20-at-12.37.22-PM-300x297.jpeg 300w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2019-02-20-at-12.37.22-PM-150x150.jpeg 150w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2019-02-20-at-12.37.22-PM-100x100.jpeg 100w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2019-02-20-at-12.37.22-PM.jpeg 718w\" sizes=\"(max-width: 205px) 100vw, 205px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-84758\" class=\"wp-caption-text\">Ilham Teguh Purnomo, SE, Koordinator Statistik Kecamatan (KSK) di Badan Pusat Statistisk Kabupeten Ciamis.<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Ilham Teguh Purnomo, SE <\/strong><\/p>\n<p><em><strong>(Penulis adalah Koordinator Statistik Kecamatan di Badan Pusat Statistisk Kabupeten Ciamis)<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, OPINI. Salah satu program Ridwan Kamil yang telah dicanangkan adalah \u201cSaudagar Jabar\u201d. Implementasi program ini diantaranya\u00a0 rencana membangun kawasan segitiga emas Kertajati -Cirebon &#8211; Patimban. Inilah harapan baru perekonomian Jawa Barat,\u00a0 harapan terhadap peningkatan kesejahteraan warga Jawa Barat. Program tersebut berkaitan dengan strategi peningkatan lapangan pekerjaan di Jawa Barat. Meningkatnya lapangan kerja akan menambah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":84756,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[549],"tags":[],"class_list":["post-84755","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84755","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84755"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84755\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84760,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84755\/revisions\/84760"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84756"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84755"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84755"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84755"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}