{"id":84836,"date":"2019-02-26T21:03:02","date_gmt":"2019-02-26T14:03:02","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=84836"},"modified":"2019-02-26T21:03:02","modified_gmt":"2019-02-26T14:03:02","slug":"angka-pengangguran-smk-masih-terbilang-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2019\/02\/26\/angka-pengangguran-smk-masih-terbilang-tinggi\/","title":{"rendered":"Angka Pengangguran SMK Masih Terbilang Tinggi"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/opini\/\">OPINI.<\/a><\/strong> Kita mungkin masih ingat iklan \u201cSMK Bisa\u201d. Iklan ini digaungkan besar &#8211; besaran pada tahun 2009 oleh Departemen Pendidikan Nasional (sekarang Kemendikbud). Semenjak itu, <em>trend<\/em> melanjutkan pendidikan dari SMP adalah ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Harapannya yaitu untuk lebih mudah dan cepat dalam memperoleh pekerjaan. \u00a0Namun situasinya sekarang, harus terus bersabar mengingat penganguran SMK masih tinggi.<\/p>\n<p>Sejenak melirik berita resmi statistik yang dikeluarkan oleh BPS (Badan Pusat Statistik), pada awal November 2018, \u00a0BPS merilis angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Agustus 2018 sebesar 5,34%. Terjadi penurunan dibandingkan bulan Agustus 2017 dengan TPT sebesar \u00a05,50%. Angka ini menunjukkan terdapat sebanyak 7 Juta orang pengangguran dari 131,01 Juta jiwa angkatan kerja di Agustus 2018 pada tingkat nasional.<\/p>\n<p>Apabila kita cermati lebih dalam, lulusan SMK masih menjadi penyumbang terbesar angka pengangguran. BPS mencatat, Agustus 2018 sebanyak 11,41% pengangguran adalah lulusan SMK. Adapun pendidikan lainnya adalah lulusan SD sebesar 2,62%, SMP 5,54%, SMA 8,29%, Diploma I\/II\/III 6,88%, dan Universitas 5,18%.<\/p>\n<p>Hal ini tentu harus menjadi perhatian bersama. Dalam salah satu skala prioritas pembangunan nasional, diharapkan dapat menghadirkan solusi terhadap lulusan SMK yang masih menganggur. Harapan orang tua yang telah menyekolahkan ke SMK harus terus didukung dengan penyerapan lapangan kerja. Dengan terserapnya lulusan SMK di pasar kerja akan mampu berkontribusi bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n<p>Sementara ini, TPT lulusan SMK mengalami peningkatan sebesar 0,17% pada agustus 2018 dari 11,24% pada posisi Agustus 2017. Namun demikian sempat menurun pada bulan Februari 2018 sebesar 8,92% dan 9,27% pada posisi Februari 2017.<\/p>\n<p>TPT tersebut masih tetap di dominasi\u00a0 lulusan SMK dari tahun 2017 sampai 2018, tentu memerlukan solusi yang tepat. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja. \u00a0Ataupun memberikan peluang usaha bagi\u00a0 lulusan SMK secara mandiri. Oleh sebab itu, diperlukan sinergitas antar berbagai pihak yang menunjang dalam percepatan penyerapan tenaga kerja.<\/p>\n<h3><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2019\/02\/26\/angka-pengangguran-smk-masih-terbilang-tinggi\/2\/\"><strong>Strategi Yang Bisa Ditempuh (Page 2)<\/strong><\/a><\/h3>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Strategi Yang Bisa Ditempuh (Page 2)<\/strong><\/h3>\n<p>Ditinjau dari aspek pendidikan, tampaknya harus ada perbaikan besar dalam bidang kurikulum. Penguatan jiwa <em>enterpreuner<\/em> atau mata pelajaran kewirausahaan perlu dilakukan segera. Pada proses pembelajaran diharapkan mampu menimbulkan daya juang atau pola pikir untuk mandiri. Tidak hanya berpikir \u00a0cepat lulus dan cepat untuk melamar kerja. Tidak bisa dipungkiri menurut data BPS pada bulan Agustus 2018 jumlah Buruh\/Karyawan\/Pegawai masih menempati porsi paling besar yaitu sebesar 39,70%. Sedangkan yang berusaha sendiri sebesar 19,05%, berusaha dibantu buruh tidak tetap 15,76%, dan berusaha dibantu buruh tetap 3,46%.<\/p>\n<p>Bermacam strategi bisa dilakukan untuk peningkatan penyerapan lulusan SMK. Diantaranya penambahan waktu PKL atau magang dengan cara bekerja sama dengan pelaku usaha yang mampu memberikan wawasan untuk bias berusaha mandiri setelah lulus nanti. Demikian juga perlu ditingkatkan kompetensi siswa agar mampu bersaing di bidangnya. Membuat regulasi terhadap industri untuk bias menyerap lulusan SMK dalam rekrutmen karyawan.<\/p>\n<p>Aspek lain yang perlu juga diperhatikan adalah guru dan sekolah berkualitas.Diperlukan standarisasi dan akreditasi yang lebih terbuka untuk meningkatkan tingkat kepercayaan masyarakat dan siswa terhadap SMK. Demikian pula pemerataan guru yang berkualitas tentu sangat penting guna meningkatkan lulusan yang berkualitas pula dan lebih merata. Kerjasama pemerintah dengan SMK Swasta juga harus lebih ditingkatkan. Adanya sistem zonasi penerimaan siswa baru yang sekarang diterapkan , diharapkan mampu menghasilkan siswa yang berkualitas secara merata.<\/p>\n<p>Tentunya upaya lain yang tak kalah penting adalah peluasan lapangan kerja. Kita masih perlu meggandeng investor &#8211; investor. Terutama investor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menampung lulusan SMK. Disamping itu, program kemitraan dari usaha skala besar juga diharapkan dapat memberikan porsi kemandirian terhadap lulusan SMK.<\/p>\n<p>Perlu campur tangan yang lebih besar lagi dari pemerintah. Campur tangan dalam hal regulasi pengaturan pendirian industri padat karya. Industri dengan konten bahan baku lokal yang lebih besar. Penyediaan bahan baku lokal inilah yang bisa menjadi celah garapan para lulusan SMK. Dengan demikian kedepannya pengangguran SMK diharapkan terus berkurang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_84837\" aria-describedby=\"caption-attachment-84837\" style=\"width: 220px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-84837\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2018-11-13-at-10.51.11-255x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"220\" height=\"259\" srcset=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2018-11-13-at-10.51.11-255x300.jpeg 255w, https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/02\/WhatsApp-Image-2018-11-13-at-10.51.11.jpeg 281w\" sizes=\"(max-width: 220px) 100vw, 220px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-84837\" class=\"wp-caption-text\">Firman Hudaya, Stastistisi Pelaksana Lanjutan, Badan Pusat Statistik Kabupaten Ciamis.<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Firman Hudaya<\/strong><\/p>\n<p><em><strong>(Penulis\u00a0adalah Stastistisi Pelaksana Lanjutan pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat)<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, OPINI. Kita mungkin masih ingat iklan \u201cSMK Bisa\u201d. Iklan ini digaungkan besar &#8211; besaran pada tahun 2009 oleh Departemen Pendidikan Nasional (sekarang Kemendikbud). Semenjak itu, trend melanjutkan pendidikan dari SMP adalah ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Harapannya yaitu untuk lebih mudah dan cepat dalam memperoleh pekerjaan. \u00a0Namun situasinya sekarang, harus terus bersabar mengingat penganguran [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":84838,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[549],"tags":[],"class_list":["post-84836","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84836","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=84836"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84836\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":84839,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/84836\/revisions\/84839"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/84838"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=84836"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=84836"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=84836"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}