{"id":85130,"date":"2019-03-12T01:35:02","date_gmt":"2019-03-11T18:35:02","guid":{"rendered":"https:\/\/wartapriangan.com\/?p=85130"},"modified":"2019-03-12T01:35:02","modified_gmt":"2019-03-11T18:35:02","slug":"daya-tarik-pesona-situ-lengkong-panjalu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2019\/03\/12\/daya-tarik-pesona-situ-lengkong-panjalu\/","title":{"rendered":"Daya Tarik Pesona Situ Lengkong Panjalu"},"content":{"rendered":"<p><strong>wartapriangan.com, <a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/category\/opini\/\">OPINI.<\/a><\/strong> Situ Lengkong Panjalu, terletak di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Situ ini ditetapkan sebagai Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 6 pada tanggal 21 Februari 1919. \u00a0Konon katanya air danau atau Situ tersebut berasal dari tetesan air zam &#8211; zam yang dibawa oleh Putera Mahkota Kerajaan Panjalu dari Mekkah. Dari tetesan tersebut kemudian munculah mata air yang semakin banyak dan menjadi sebuah danau.<\/p>\n<p>Kini Situ Lengkong Panjalu menjadi salah satu \u00a0Destinasi Wisata terkenal di Ciamis. Situ ini berada pada titik Koordinat <em>Latitude<\/em> -7,130434 dan <em>Longitude<\/em> 108.272574 (hasil pendataan Potensi Desa 2018, BPS). Letaknya persis berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten \u00a0Kuningan. Adapun luas Situ Panjalu yaitu \u00a067,2 Hektar. Situ Lengkong Panjalu semakin mempesona dengan adanya sebuah pulau kecil di tengahnya. Pulau ini memiliki daya tarik untuk rekreasi karena dikelilingi perbukitan hijau dengan udaranya yang dingin.<\/p>\n<p>Berbagai fasilitas penunjang di kawasan Ssitu juga sudah memadai. Pengunjung tidak perlu khawatir dengan tempat parkir, karena parkirannya luas. Demikian pula tersedia fasilitas wisata lainnya berupa persewaan perahu untuk berkeliling. Yang tak kalah menarik adalah adanya sentra oleh &#8211; oleh berupa kerajinan tangan dari bambu\/kayu, aneka bordir,\u00a0 gelang kayu dan masih banyak lagi. Untuk menuju ke Situ Lengkong Panjalu, traveler hanya perlu \u00a0menempuh jarak 35 Km dari Ibu Kota Ciamis. Adapun jalur yang dilewati melalui \u00a0Buniseuri &#8211; Cipaku, Kawali dan sampai di Panjalu.<\/p>\n<p>Situ Lengkong Panjalu merupakan salah satu pundi perekonomian di Kabupaten Ciamis. Hal ini terkait dengan pariwisata yang mempunyai daya dorong tinggi terhadap kinerja ekonomi wilayah. Kabupaten Ciamis, masih memiliki banyak objek wisata yang dapat dijadikan destinasi wisata pilihan pasca pemekaran Pangandaran. Salah satunya adalah \u00a0Situ Lengkong Panjalu yang menjadi \u00a0unggulan wisata saat ini.<\/p>\n<p>Pesona Situ Lengkong Panjalu \u00a0mampu memberikan kesan mendalam kepada para pengunjungnya. Perpaduan alam yang asri dan sejarah yang melatar belakangi situ ini, menjadikan daya tarik yang memikat. Inilah yang menjadikan pengunjung tidak bosan untuk berkunjung kembali.<\/p>\n<h3><a href=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/2019\/03\/12\/daya-tarik-pesona-situ-lengkong-panjalu\/2\/\"><strong>Perkembangan Situ Lengkong Panjalu<\/strong><\/a><\/h3>\n<p><!--nextpage--><\/p>\n<h3><strong>Perkembangan Situ Lengkong Panjalu<\/strong><\/h3>\n<p>Pengembangan \u00a0potensi wisata di Panjalu menjadi komitmen Pemerintah Daerah bersama\u00a0 masyarakatnya. Pemerintah Kabupaten Ciamis telah memberikan perhatian khusus terhadap kawasan Panjalu. Pembangunan sarana dan prasarana terus ditingkatkan setiap tahunnya. Infrastruktur terutama jalan menuju kawasan saat ini juga sangat <em>askesible<\/em>. Demikian pula dengan perilaku masyarakat yang ramah wisatawan. Masyarakat sekitar mulai menjungjung tinggi 7 Sapta Pesona, (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah dan Ramah).<\/p>\n<p>Situ Lengkong Panjalu secara turun temurun menjadi sumber kehidupan masyarakat Desa Panjalu. Pemanfaatan Situ Lengkong Panjalu untuk pariwisata berkembang pesat, hal ini terlihat dari jumlah \u00a0pengunjung yang kian meningkat. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), rata &#8211; rata jumlah pengunjung sebanyak 25 ribu per bulan. \u00a0Terdapat sebanyak 165 pedagang di kawasan situ yang berkontribusi terhadap sumber pendapatan masyarakat sekitar.<\/p>\n<p>Oleh sebab itu, pengembangan kawasan wisata Panjalu harus terus ditingkatkan. Diperlukan pembangunan sarana wisata lainnya yang mampu menambah daya tarik wisatawan. Sementara ini, Pengunjung\u00a0 meningkat pada setiap bulan Maulud dan Rajab, demikian pula pada masa liburan sekolah dan libur akhir tahun. Selain tujuan berlibur, wisatawan dari luar Ciamis terutama dari Jawa Timur, pada bertujuan wisata religi yaitu berziarah ke Nusa Gede.<\/p>\n<p>Disamping itu, salah satu budaya masyarakat Panjalu, yang masih lestari hingga kini adalah Upacara <strong>Nyangku<\/strong>. Sebuah ritual upacara adat pemandian benda pusaka\u00a0 pada setiap bulan Rabiul Awal (Maulid).<\/p>\n<p>Prosesi ritual \u201cNyangku\u201d diawali dengan berziarah ke makam Raja di Situ Lengkong Panjalu. Kemudian dilanjutkan dengan pencucian benda pusaka peninggalan raja. Seluruh benda pusaka, dikeluarkan dari musium Bumi Alit dan dimandikan di Situ Lengkong Panjalu yang jaraknya berdekatan. Tujuan ritual ini\u00a0\u00a0 selain menghormati leluhur, juga bertujuan menyebarkan Agama Islam sekaligus sarana Silaturrahmi antar warga\u201d <em>(nyangku = membersihkan diri dari yang dilarang Agama Islam).<\/em><\/p>\n<p>Itulah alasan mengapa Situ Lengkong Panjalu memiliki pesona tersendiri. Dengan pengembangan yang lebih luas lagi, diharapkan mampu mendongkrak perkonomian penduduk di Panjalu dan umumnya untuk masyarakat Kabupaten Ciamis.<\/p>\n<figure id=\"attachment_85132\" aria-describedby=\"caption-attachment-85132\" style=\"width: 200px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-85132\" src=\"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wp-content\/uploads\/sites\/10\/2019\/03\/WhatsApp-Image-2019-03-04-at-10.52.27-AM-225x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"200\" height=\"267\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-85132\" class=\"wp-caption-text\">Adhitya Firmansyah B, tenaga fungsional statistisi di Badan Pusat Statistik Kabupaten Ciamis.<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Adhitya Firmansyah B <\/strong><\/p>\n<p><em><strong>(Penulis adalah Tenaga Fungsional Statistisi pada Badan Pusat Statistik \u00a0Kabupaten Ciamis , Jawa Barat)<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>wartapriangan.com, OPINI. Situ Lengkong Panjalu, terletak di Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Situ ini ditetapkan sebagai Cagar Alam berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jenderal Hindia Belanda No. 6 pada tanggal 21 Februari 1919. \u00a0Konon katanya air danau atau Situ tersebut berasal dari tetesan air zam &#8211; zam yang dibawa oleh Putera Mahkota Kerajaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":85131,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[549],"tags":[],"class_list":["post-85130","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-opini"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85130","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=85130"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85130\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":85133,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/85130\/revisions\/85133"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media\/85131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=85130"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=85130"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/portoweb.andrypein.net\/wartapriangan\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=85130"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}