Banjir Bandang di Ciamis Kali Ini Paling Parah
wartapriangan.com, BERITA CIAMIS. Bupati Ciamis, Drs. H. Iing Syam Arifien, mengunjungi korban banjir bandang di wilayah Dusun Ciparakan, RT 04 RW 02, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (10/10).
Iing, menyatakan prihatin dengan kondisi warga korban yang berada di wilayah tersebut. Pasalnya ada sekitar lima warga terpaksa harus kehilangan harta bendanya yang tak terselamatkan ketika air setinggi 1 hingga 2 meter menerjang rumahnya.
“Saya prihatin, harta benda berharga terutama peralatan elektronik rusak, perabotan rumah tangga, surat-surat berharga hilang dan rusak akibat terendam air bah,” ujar Iing saat meninjau lokasi banjir bandang.

Sebagai langkah awal mengatasi bencana banjir bandang yang terjadi Minggu (09/10) kemarin sore tersebut, selain mengevakuasi harta benda milik korban, pemerintah juga berencana akan memberikan bantuan bahan makanan. Karena untuk sementara waktu, mereka masih belum bisa memasak.
“Pemerintah Kabupaten Ciamis akan memberikan bantuan berupa bahan untuk meringankan beban penderitaan para korban banjir bandang, ” kata Iing.

Ke depan, Iing melanjutkan, Pemerintah Kabupaten Ciamis harus melakukan berbagai upaya mengatasi banjir bandang, di antaranya pembangunan fasilitas umum dan rumah yang nyaris ambruk. “Memang, ada satu rumah yang dekat sekali dengan aliran air sungai dan harus direlokasi karena berada di tempat bahaya banjir bandang,” kata Iing.
Seperti diberitakan sebelumnya, lebih dari seribu kepala keluarga dengan jumlah jiwa lebih dari dua ribu orang terkena dampak banjir. Banjir bandang yang menerjang Ciamis kali ini merupakan yang paling parah, mengingat luasnya daerah yang terkena banjir bandang.

Kondisi terparah di wilayah Kecamatan Banjarsari, dan Kecamatan Pamarican.
“Kalau bisa secepatnya rumah yang rusak dibangun kembali, pasalnya tidak memungkinkan para korban mengungsi lama-lama di tempat pengungsian,” katanya
Iing berharap warga tetap bersabar dan meningkatkan kewaspadaan, karena kemungkinan banjir bandang susulan masih akan terjadi, mengingat curah hujan masih tinggi. (Baehaki/WP).









