Timbun Ratusan Elpiji 3 Kg, Pangkalan di Tasikmalaya Digerebek Polisi
wartapriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Aparat Kepolisian Resor Polres Tasikmalaya, menggerebek pangkalan yang diduga menyalahgunakan elpiji 3 kg di Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (12/12/2017) pagi. Di sana petugas mendapati pengelola pangkalan yang sengaja menyembunyikan ratusan tabung elpiji 3 kg siap edar.
Tabung elpiji disimpan dalam kendaraan bak terbuka dengan dalih untuk dikirim ke tempat lain. Namun pengelola gagal menunjukan peta lokasi tujuan distribusi elpiji hingga rawan disalahgunakan. Pangkalan tersebut berlokasi di kawasan Cikiray, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya.
Sempat terjadi ketegangan saat konsumen gagal mendapatkan elpiji. Setelah menunggu berjam-jam., mereka emosi terhadap pengelola pangkalan yang dianggap turut andil menyebabkan kelangkaan.
“Susah lama ada lima jam (mengantre). Saya punya anak kecil mau masak. Katanya punya langganan, langganan gak dikasih padahal ada barangnya,” ungkap salah satu konsumen Rosmayanti (34) dengan nada kesal.
“Saya jualan gorengan buat anak sekolah, kok dipersulit?! saya heran sampai kemarin nangis-nangis,” tambah Rosmayanti.
Pengelola berdalih, konsumen tidak dilayani karena tabung elpiji tiga kilogram bukan peruntukanya. Ratusan tabung yang dibawa dalam kendaraan bak terbuka ini untuk memasok wilayah lain.
“Tadi berawal dari kumpulan masyarakat di pangkalan. Ternyata mereka antre beli elpiji tiga kilo gak dilayani, padahal masih banyak,” jelas Kasat Reskrim Polres Kabupaten Tasikmalaya, AKP Pribadi Atma.
Lebih lanjut Kasat Reskrim mengungkapkan, setelah diperiksa yang bersangkutan sengaja untuk menyembunyikan elpiji dengan dalih punya pasar tersendiri, padahal masyarakat tidak dilayani. “Saat ini yang bersangkutan tengah diperiksa, sementara kendaraan kita temukan di jalan gak bawa look book disalahgunakan,” jelas Kasat Reskrim.
Selain itu, satgas pangan Polres Kabupaten Tasikmalaya juga memergoki pangkalan di kawasan Pasar Kudang yang menjual elpiji di atas harga eceran tertinggi. Satu tabung dijual Rp. 18 ribu, padahal harga eceran tertinggi hanya Rp. 16 ribu per tabung. Berat elpiji tiga kilogram juga tidak sesuai ketentuan.
Pengakuan pengelola pangkalan terpaksa menjual elpiji tiga kilogram di atas harga eceran untuk menutupi biaya oprasional. Selain sudah kesepakatan dengan konsumen, pangkalan juga menaikan harga untuk hindari kerugian.
“Tiap hari pangkalan dapat pasokan Rp. 18 ribu harganya. Kalau sama ngirim HET tahu Rp. 16 ribu. Kalau sama bensin mah sudah ada kesepakatan,” jelas pemilik pangkalan, Dadang saat ditanya sejumlah wartawan. (Andri Ahmad Fauzi/WP)









