Dapat Skor Tertinggi Pangandaran Masuk Nominasi Penerima Penghargaan di Hari Otda 2018

527

wartapriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Tim evaluasi Daerah Otonomi Baru (DOB) dari Kementerian Dalam Negeri (Mendagri) melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Kabupaten Pangandaran, Rabu hingga Kamis, (4-5/4/2018).

Kunker tim evaluasi dari Kemendagri tersebut untuk menilai Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Pangandaran, berhasil atau tidaknya dalam melaksanakan pemerintahan sebagai DOB.

Menurut Direktorat Penataan Daerah, Otonomi Khusus dan DPOD, Dr.Drs. Yusharto H, M.Pd, dalam penilaian tersebut, ada 10 aspek penilaian yang di lakukan oleh tim evaluasi dari Kemendagri.

Ke sepuluh aspek yang menjadi penilaian tim evaluasi yakni, terkait pembentukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), penataan dan pengisian porsonil OPD, pengisian DPRD, penyelenggaran wajib dan pilihan, pembiayaan dan alokasi, pengalihan asset, batas wilayah, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), sarana dan prasarana dan proses pengalihan ibu kota (pengecualian).

10 aspek tersebut, lanjutnya, sudah dilakukan evaluasi setiap tahunnya, sejauh mana perkembangan DOB tersebut, mulai dari usia nol sampai 1 tahun. Lalu dari usia 1 tahun sampai 2 tahun sudah sejauh mana perkembangannya dan seterusnya.

“Kami juga akan menilai terkait dengan tambahan tiga bidang lagi, yaitu pendidikan, kesehatan dan tata ruang, Itu tambahan dari sepuluh aspek penilaian,” ungkap Yusharto Rabu (4/4/5/2018) di Aula Setda Kabupaten Pangandaran.

Pada kesempatan tersebut, Yusharto menyampaikan, pada evaluasi tahun 2017, dari 18 DOB di Indonesia, Pangandaran mendapat skor tertinggi, dengan skor 84,50. Sehingga dinominasikan untuk menerima penghargaan pada hari otda tahun 2018.

“Adapun temuan yang masih harus dibenahi, ada dua hal. Pertama, masih terdapat kekurangan personalia ASN, baik kuantitas maupun kualitas dan kedua, pembahasan penyusunan ranperda RTRW yang saat ini sudah pada tahap pembahasan di Kementerian Agraria dan Tata Ruang,”terangnya.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata berharap Pangandaran mendapat nilai tertinggi dan menjadi daerah otonomi depinitif.

“Kita optimis dapat mendapat skor 90 lebih. Kita tidak terlalu berambisi untuk menjadi yang terbaik namun jika sesuai dengan penilaian menjadi yang terbaik, ya alhamdulillah. Namun yang terpenting Pangandaran menjadi daerah otonomi depinitif,” ungkapnya. (Iwan Mulyadi/WP)

Berita lainnya

Beri komentar

Your email address will not be published.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses