Tanggal 3 September 2012 merupakan waktu Abah Goib memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahan tempat dia bekerja dan lebih memilih fokus menata dan merawat kebersihan Sungai Ciroas dengan mengajak dan membentuk pemuda peduli sungai.
20 Maret 2013, Abah Goib bersama rekan pemuda lainya membentuk Karang Taruna peduli lingkungan dan diberi nama Taruna Darma. Karang Taruna yang berbasis kebersihan terus bergerak dengan mengajak masyarakat untuk hidup bersih dengan mengangkut sampah-sampah rumah tangga sekaligus bentuk pemberdayaan buat Karang Taruna.
Puncaknya Taruna Darma meraih prestasi cukup membangakan yaitu Runner Up dalam kegiatan Acara BBGRM (Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat) tingkat Provins Jawa Barat.
Kepedulian akan kebersihan sungai ciroas terus dikampanyekan dari tahun 2014 – 2016. Suami dari Sri Hayati yang telah dikaruniai dua orang anak laki laki yang bernama Beyva Narlidika Wijaya dan El Zanabbi Maulana Wijaya, sampai akhirnya 6 oktober 2017 dia membentuk KOMPASUCI (Komunitas Peduli Aliran Sungai Ciroas).
KOMPASUCI kemudian bergerak dengan membuat bendungan penyekat sampah agar terjaring diangkut ke TPS oleh anak-anak Karang Taruna dan itu terus dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kecintaan akan kebersihan sungai Ciroas.
“Kami akan terus lakukan kegiatan seperti ini sebagai bentuk rasa peduli kebersihan sungai, walau tidak bisa mengembalikan Ciroas seperti dulu tetapi seenggaknya kebersihannya harus kita jaga,” kata dia.
Halaman Selanjutnya